BULAN PUASA YANG ANEH DI NEGERI YANG ANEH vol.01

13 08 2010

“bulan puasa adalah saat kita memberi perut kita nikmat kenyaaaang, saat maghrib tiba”

Pernah ada yang kepikiran, kenapa kalau masuk bulan Ramadhan atau bulan puasa itu harga barang-barang terutama kebutuhan pokok (pangan) di negeri ini pasti melonjak naik. Biasanya harga naik  karena permintaan dan konsumsi akan barang-barang tersebut juga bertambah banyak.

Yang jadi pertanyaan saya, apa benar di bulan puasa justru konsumsi pangan kita bertambah? Bukannya saat puasa kita hanya berpindah jam makan, jadi sebenarnya konsumsi harian kita sama saja dengan hari biasa, kalau tidak bisa dibilang (seharusnya) berkurang.

Daridulu saya juga merasa pengeluaran saat bulan puasa lebih besar daripada biasanya. Dan bahkan kalau dipikir-pikir ternyata makanan yang saya makan saat bulan puasa lebih mewah (dan mungkin banyak) dibandingkan bulan-bulan lain. Sepertinya saat-saat buka puasa adalah momen brutal kita. Seakan setelah merasakan beratnya puasa seharian, kita merasa sudah sewajarnya untuk memberi  “hadiah” perut kita dengan berbagai macam makanan. Makanan atau minuman yang pada bulan lain  jarang kita sentuh di bulan puasa malah jadi sesuatu yang penting dan mutlak: es buah, es kelapa, es blewah, es dawet, kolak, cemilan ini cemilan itu, kue ini itu, belum lagi makanan besarnya.

Sebuah ganjaran yang kita anggap setimpal dan pantas setelah seharian puasa. Ganjaran yang kita berikan sendiri kepada diri kita yang dianggap telah menyelesaikan suatu ritual ibadah dengan baik.

Bayangkan bila hal itu berlangsung tiap hari selama satu bulan. Dan sepertinya bukan cuma saya yang (secara sadar maupun tidak) melakukan hal seperti itu.

Pantas harga barang-barang melonjak naik….





APAKAH PINTU MAAF MASIH TERBUKA?

23 09 2009

Saudara-saudari sekalian para blogador…baru kali ini saya sempat online setelah beberapa hari atau malah minggu tepatnya tidak terhubung dengan dunia maya.

Maka izinkanlah saya sekarang, melalui tulisan di blog sederhana ini memohon maaf lahir batin, semoga pintu maaf kalian masih terbuka bagi saya. maaf untuk semua kata atau ucapan yang tidak berkenan di hati, komentar-komentar yang belum terbalas, rumah-rumah kalian yang belum sempat saya kunjungi. 

Selamat Idul Fitri 1430 H

Mohon maaf lahir batin

yoso bayudono/geRrilyawan





SUARA DENGARKANLAH AKU….

28 08 2009

Memasuki satu minggu di bulan Ramadhan ini, saya sempat puasa ngeblog juga. Baru saat ini bisa posting. Blogwalking pun jarang. Jadi sekarang saya mau posting tentang puasa, yang mana sampai saat ini, yang namanya godaan masih saja ada dan akan selalu seliweran di depan mata. Mungkin semua juga merasakan bahwa hal-hal yang sebelum puasa kita anggap sepi…nggak menarik, mendadak sontak saat ini jadi begitu menggodanya.

Es ecek-ecek warna warni di pinggir jalan yang dulu sama sekali nggak dilirik, kok tiba-tiba jadi begitu indah warnanya di mata ini. Ancaman pewarna tekstil yang katanya dipakai untuk membuat es itu jadi seperti bukan masalah lagi. Es dung-dung keliling itu, yang nyaring santannya pakai celana dalam itu (lha iya lah…yang nyaring alias tukang saring santennya pakai celana dalam. Kalo nggak ya…dingin dong) juga kelihatan mak nyuss sekali. Waktu mbok-mbok jamu lewat  saja, kelihatannya bisa menggoda sekali. Husss…bukan mbok jamunya yang menggoda, tapi jamunya itu!

Di saat-saat seperti ini biasanya sering muncul suara-suara. Dua suara tepatnya. Nggak tahu asalnya dari mana. Satu suara A dan satunya suara B…

Eeee…lha kok hari ini muncul lagi. Begini ceritanya…suara A warna merah, suara B warna biru:

Lagi enak-enaknya browsing grafis-grafis menarik sambil mikir begini mikir begitu, di luar ada suara ting-ting-ting, tukang es lewat. Wah…ada juga tukang es yang lewat menjelang sore begini, saya mikir begitu. Tiba-tiba suara-suara itu muncul:

“Eh…enak tuh kayanya minuman yang dijual, segeeeerrr ya. Nggak kepingin?”, kata suara A.

“Husss…jangan mau!!! Eh…lu jangan suka ganggu-gangguin gitu dong. Mempengaruhi orang supaya batal ya?”, suara B memotong.

“Lho..lho..lho…kalo nggak kuat kan nggak apa-apa. Mana hawa panas begini kan? Apa ada gunung meletus ya?”

“Ealaaaaah…lha wong udah tua lho ya, masa nggak kuat? Masa kalah sama anak-anak ingusan itu to….berusaha dong, tahan sedikit! Es buah, es krim, es puter, es dung-dung itu nanti kan juga bisa dinikmati pada saatnya…”

“Eh…ya biarin! Terserah dia dong kalo emang pingin yang segerrr. Ngapain sih lu ikut-ikutan?!!! Atau tidur aja…biar bangun pas buka. Enak to? Mantep to? Gimana…?”

“Jangaaaaan….! Emang nggak kerja apa…mending kerja atau diisi hal yang berguna gitu lho! Belajar hal-hal baru gitu…enak to? Mantep to? Sibukkan diri…jadi nggak keganggu sama kutu kupret tukang godain orang ini!”


Sementara di pikiran saya berkecamuk banyak hal…wah ruwet pokoknya. Banyak fragmen-fragmen yang mesti saya satukan di kepala ini. Sementara suara-suara ini…

“Eh..siapa yang kutu kupret? Lu kali…!!! Lagian…tidur kan juga ibadah. Kalo tidur terus kan berarti ibadah terus namanya.”

“Enak ajaaa…emang nggak ada ibadah lain yang bisa dilakukan selain tidur. Kalo ngomong jangan asal lu ya…!!!”

“Lha ya ada, tapi kan…….”

“STOP…STOP…STOP!!! Cukup..cukup…cukup!!! Lu berdua …OUT!!! Atau diem…CEP!!! Kok malah pada berantem sih, ini kan bulan suci. Kalian nggak ada kerjaan lain selain berantem? Gua ini bukan barang rebutan ya…bukan arena pertarungan juga. Jadi silakan diam dan biarkan gua menikmati sucinya bulan ini. Terima kasih.”, saya terpaksa angkat bicara.

gimana-puasanya

Ya Allah…ampunilah hambamu ini yang masih mudah tergoda. Ampunilah juga mereka berdua yang berkelahi terus dari tadi. Berilah hamba kekuatan menjalankan ibadah di bulan suci ini…dengan ketulusan hati, LILLAHI TA’ALA. Amin.

La haula wala kuwata illa billah

Bagaimana sodara sodari blogador, puasa kalian lancar?  Ya sudah…saya mau sholat ashar dulu.





Lebaran…lebaran…..

1 10 2008

Mudah-mudahan ruang di hati kita jadi Lebar-an, dan nggak sempit-an….