PAHLAWAN OH…PAHLAWAN…!!!

11 11 2008

pahlawan

Meskipun sudah lewat, tapi kayaknya momen ini harus saya rayakan juga. Gegap gempitanya sih kalah sama berita eksekusi Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron, tapi masa sih kita nggak sedikitpun ngeh sama hari pahlawan…

10 November pagi, tepat hari pahlawan kemarin waktu saya terbangun, saya sempat berpikir. Apakah saya sudah berguna bagi orang lain, mendedikasikan semua yang saya mampu lakukan untuk kepentingan banyak orang….dan jawabnya BELUM!

Langsung saya berencana memakai kostum ketat saya, topeng penutup wajah, dan jubah untuk berpatroli di jalanan memberantas kejahatan apapun yang saya lihat dan membantu orang yang membutuhkan…tapi akhirnya rencana itu saya batalkan daripada saya kena pasal UU Pornografi dan Pornoaksi karena pakai baju ketat di jalanan, kan malah berabe…..

Akhirnya saya berpikir (Cuma bisa berpikir saja…)dari sekian banyak jenis pahlawan misalnya: pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan reformasi, pahlawan super, pahlawan bertopeng, pahlawan tak dikenal de el el…saya mau jadi pahlawan seperti apa ya?….Bingung….

Tapi yang pasti ada jenis-jenis pahlawan yang tidak akan saya tiru atau dijadikan idola, yaitu

Pahlawan Kesiangan, yaitu pahlawan yang datengnya telat misalnya hari gini baru mau menggalang dana untuk korban bencana letusan gunung Krakatau…..yaelahhhh…udah telat 125 tahun bung! Dipastikan korbannya sudah meninggal semua, bukan karena luka-luka kena lumpur panas, lahar atau ketiban batu….tapi karena TUA!

Pahlawan Ingin Dikenal, yaitu pahlawan yang setelah atau bahkan sebelum melakukan kebajikan langsung bikin pengumuman atau konferensi pers atau iklan….lagi banyak nih sekarang yang kayak gini hehehe…….(sebagai bentuk keprihatinan saya akan kondisi di sini

Pahlawan Maksa, yaitu pahlawan yang datang di saat yang nggak tepat dan sebenarnya tidak dibutuhkan misalnya liat nenek-nenek berdiri celingukan di pinggir jalan yang ramai, langsung dengan kecepatan kilat kita seberangin ke seberang jalan (kalo di seberanin ya ke seberang lah….), tiba-tiba si nenek bilang dengan nada pasrah…..”dik, saya tadi lagi nunggu angkot kok malah diseberangin…..???” lhaaaaa……

Saya jadi sadar untuk jadi pahlawan mungkin kita nggak harus punya kekuatan kaya orang-orang di film seri HEROES, atau pakai kostum ketat dan jubah gentayangan di atas gedung, atau harus berperang nembakin musuh sebanyak-banyaknya. Mungkin cuma sekedar jadi tempat sampah kalau teman kita curhat, atau membuat orang tua kita bahagia, atau sekedar memberi tempat duduk ke ibu-ibu hamil di kendaraan umum, atau sekedar memberi 1000 perak untuk seorang pengemis, dan atau sekedar-atau sekedar lainnya.

…..sekedar…..mungkin hanya “sekedar” artinya buat kita, tapi mungkin besar buat orang lain.

Dan mungkin jangan berniat sama sekali jadi pahlawan…saya kira para pahlawan sejati itu nggak ada sama sekali yang berniat jadi pahlawan atau terbersit di pikiran mereka biar dikenang sebagai pahlawan, tidak ada yang mengharapka akan mendapat medali bintang tanda jasa dan piagam penghargaan. Label pahlawan itu bukan kita sendiri yang menciptakan dan menempelkannya di diri kita. Jadi saya pikir kita cuma harus berbuat baik sajalah kepada orang lain dalam hidup…..dan apakah kita akan dikenang sebagai pahlawan? Nggak usah terlalu dipusingin saya kira…..

“SELAMAT HARI PAHLAWAN!”

Iklan