SURAT UNTUK PEREMPUAN…

22 12 2008

Untuk perempuan-perempuanku…

Perempuan yang membiarkan aku, parasit kecil yang ada dalam tubuhnya untuk makan apa yang dia makan dan minum apa yang dia minum, Perempuan yang menanggung berat parasit kecil kecil itu dan membiarkan perutnya jadi rumah mungil bagi si parasit, Perempuan yang berani berjudi dengan elmaut, mempertaruhkan nafasnya meskipun bisa jadi itu adalah nafas terakhirnya untuk membuatku menghirup udara kehidupan, Perempuan yang membiarkan aku mengisap air susunya, sebab meskipun parasit kecil ini telah keluar dari tubuhnya…dia masih menjadi parasit.

Perempuan yang melihatku sebagai satu-satunya keajaiban dunia yang pernah ada, Perempuan yang menganggapku sebagai kado dan titipan dari Tuhan , serta alasan utama ia menjalani hidup ini, Perempuan yang mempersembahkan hidupnya sebagai agen kasih sayang yang paling mumpuni, untukku dan satu Laki-laki lagi dalam hidupnya. Perempuan yang menuntunku menancapkan jejak-jejak kecilku yang pertama di bumi, Perempuan yang dalam marahnya ada sayang, dalam kecewanya ada maaf, tiap katanya adalah doa, tiap tindakannya adalah pelajaran, dan dalam kesedihannya tersimpan pengharapan. Perempuan ajaib multitalenta yang kuanggap guru terhebat di seluruh dunia, satu-satunya yang pernah kutemui…

Lalu ada lagi…

Perempuan-perempuan yang baju dan tangannya berdebu kapur, terancam sakit pernafasan namun senantiasa setia memberi bekal kepadaku dan teman-temanku supaya kelak bisa jadi astronot, dokter, atau insinyur. Perempuan-perempuan yang pernah hadir dalam hari-hari hidupku sehingga penuh warna, membagi senyum, tawa, tangis sedih, tangis haru, canda, dan bahagia mulai dari aku tak bercelana, bercelana pendek oranye, bercelana pendek merah, bercelana pendek biru, bercelana panjang abu-abu, bercelana jeans belel, sampai nanti mungkin kembali tak bercelana lagi. Perempuan-perempuan yang pernah menorehkan namaku di hatinya, tapi malah kutancapkan duri disana. Perempuan-perempuan yang pernah kutorehkan namanya di hatiku. Perempuan-perempuan tak kukenal yang hanya aku tahu dari buku dan gambar-gambar di dinding kelasku, yang membuatku sekarang bisa mencicipi yang namanya merdeka. Perempuan-perempuan yang melahirkan putra-putri terbaik bangsa dan dunia ini. Perempuan-perempuan pendamping putra terbaik bangsa dan dunia ini. Dan Perempuan-perempuan dimanapun di kolong jagat ini yang mendedikasikan hidupnya untuk cinta dan untuk kehidupan itu sendiri…

Tak lupa…

Perempuan-perempuan yang pernah mampir ke blog ini karena terjerumus godaan setan untuk meng-klik https://gerrilya.wordpress.com. Perempuan-perempuan yang sudah meninggalkan jejak disini maupun yang hanya sekedar lewat dan kemudian pergi tanpa pesan. Perempuan-perempuan yang telah menanggapi ocehanku yang tak perlu dan membagi segala unek-uneknya disini. Perempuan-perempuan yang membiarkanku masuk ke tempat mereka dan mengoceh tak karuan…teman-teman mayaku, yang belum pernah kutemui, yang kadang bisa kulihat wajahnya, namun kadang pula hanya berupa sebaris kata…

terimakasih

Kalau mungkin aku belum memperlakukan kalian sebagaimana kalian seharusnya diperlakukan. Penuh cinta dan penghargaan….


hari-ibu

Iklan