OBAMA’S FRIED CHICKEN VOL.1

11 07 2009

Alma dan Dian. Itulah nama mereka. Dua gadis yang menemani saya makan malam di suatu malam yang menggelisahkan. Bagaimana saya bertemu mereka? Begini ceritanya…

Malam itu saya habis keliling Jakarta untuk menyelesaikan beberapa urusan. Putar-putar naik Transjakarta atau Tije menjelajah inci demi inci kotaku Jakarta yang sumpek. Waktu menunjukkan jam 21.00 WIB, saya sampai di Blok M dalam kondisi cuuuapek bukan main dan perut yang keroncongan (crung..tak kencrung….tak kencrung…tak kencruuung…).

Sebelum pulang, saya memutuskan untuk mengisi perut ke sebuah restoran cepat saji asal Amerika, negerinya Obama,yang kebetulan ada dekat situ. Daripada cari makanan yang harus dimasak dulu, enakan cari yang siap dimakan, lha wong sudah lapar tenan jeee. Kadang orang menjuluki makanan seperti ini sebagai makanan sampah….wuaah kok tega-teganya ya. Kasihan kan Amerika yang sudah berbaik hati memperkenalkan dan mempersembahkan kepada kita, negara dunia ketiga ini, pola hidup modern yang instan dan serba terburu-buru. Nah produk pola hidup ini tidak lain dan tidak bukan adalah makanan cepat saji. Dan meskipun saya dalam kondisi tidak terburu-buru bukan berarti saya tidak boleh makan makanan cepat saji juga kan? Kan namanya juga demokrasi…

Jadi daripada saya dibilang memakan makanan sampah, bagaimana kalau kita ganti istilahnya jadi……….junk food saja! lebih baik kan? Yayaya…..(kedengarannya)

Setelah masuk, di dalam saya langsung disambut oleh sesosok badut yang duduk bengong tanpa bergerak sedikit pun, meskipun begitu mukanya tampak ceria. Namanya Ronald. Ternyata ya meskipun si Ronald mengaku berasal dari Amerika, dia menghormati juga jati diri bangsa Indonesia lho. Bagaimana tidak, lha wong meskipun rambutnya pirang tapi bajunya saja belang-belang merah putih. Warna bendera kita. “Indonesia….merah darahku, putih tulangku….bersatu dalam semangatku.” , kata alm. Mbah Gombloh. Atau mungkin juga terinspirasi dari bajunya orang Madura. Ckckck….hebat juga orang kita!

Ah sudahlah! kebanyakan ngomong saya ini. jadi singkat kata singkat cerita saya kemudian memesan ayam goreng.

Lho kenapa pesan ayam goreng?

Ya terserah saya dong….wong saya yang mau makan. Lagipula disini nggak ada capcay, sambel goreng ati, dan pete bakar.

Kalau pecel lele? Tumis kangkung? Sayur asem? Empal gentong? Tampe tahu bacem?

Enggak ada! Ini kan Amerika punya………A-M-E-R-I-K-A! Ih norak nih semuanya….di Amerika itu makanannya cuma ada kentang, ayam goreng, burger sama donat!

Saya duduk di tepi dinding kaca. Makan sambil melihat-lihat jalanan. Melihat tingkah laku orang di luar sana. Nggak berapa lama, di meja depan saya datang dan duduk menghadap kea rah saya dua orang gadis, dengan mata mereka yang bulat bening, tertawa dengan riang dan polosnya. Mereka membawa nampan berisi kentang goreng yang masih panas. Terlihat dari uapnya yang masih mengepul. Seperti kapal api yang sedang berlayar…asapnya yang putih mengepul di udara…(kaya lagu…)

Sambil mengunyah kentang goreng, mereka masih bercanda cekikikan, dan mengobrolkan entah apa. Tapi kelihatannya seru sekali. Lucu juga memperhatikan aktivitas mereka. Setelah beberapa lama saya baru sadar. Ternyata bukan cuma saya yang memperhatikan mereka, tapi mereka juga sesekali mengamati saya. Saya merasa diamati. Apa ada yang tidak beres dengan diri saya? Apa muka saya cemongan? atau ada satu gelondong cabe paprika nyelip di gigi saya? Sepertinya tidak ada yang salah ah…

Saya langsung memberi isyarat. Potongan ayam goreng yang saya pegang, yang siap masuk ke mulut, saya acung-acungkan. Sambil mulut saya bergerak mengucapkan “mau?” . Memang tanpa suara sih , tapi saya yakin mereka bisa membacanya. Mereka tampak tertegun. Saling berbisik dan pandang seperti meminta persetujuan satu sama lain. Lalu kembali menatap saya, dan mengangguk diiringi cengiran lebar. Saya ikut nyengir.

….

….

obama and fried chicken

(gambarnya Mr. Obama diambil di sini)

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Bagaimana kelanjutan cerita ini?

Siapakah Alma dan Dian yang saya sebutkan di atas, dan apa hubungan semua ini dengan Obama?

Tunggu kisah selanjutnya!

BERSAMBUNG…

Iklan