DRUPADI: KEMBALINYA DIAN SASTRO dan NASIB PEREMPUAN…

10 12 2008

adegan dari film 01

adegan dari film 01

Selasa malam lalu (tanggal 9 Desember 2008), bersamaan dengan hari terakhir JiFFest 2008, saya menyaksikan pemutaran film Drupadi yang menjadi salah satu film Indonesia yang diputar dalam festival tahunan ini. Sekali lagi ini film Indonesia lho, bukan film India. Untuk menyanggah komentar saudara SATAN (pada postingan saya sebelumnya), yang mengatakan bahwa saya sebagai calon presiden bukannya menonton dan mendukung timnas PSSI malah menonton film barat, maka saya akan menceritakan kejadian sebenarnya. Itu salah sama sekali saudaraku….karena yang saya tonton adalah film Indonesia, judulnya Drupadi, bukan Drew Puddy…!!! hehehe…satan kecangar….

Film Drupadi yang merupakan kolaborasi seni film, teater, gerak (tari), dan musik ini diperankan oleh (calon ibu negara kita….eh kita, saya ding! Baca posting sebelumnya ya…) jeng Dian Sastrowardoyo dan beberapa aktor yang tidak usah disebut namanya hahaha….(kebanyakan soalnya) Bagaimana saya nggak merasa wajib untuk nonton coba…! Dan di film ini Dian Sastro itu terlihat UAYYYUUU TENANNN kok! Nggak salah memang pilihan saya. Dan aktingnya juga semakin terpoles meskipun belum sempurna seratus persen. Paling nggak mengobati kerinduan saya (kita?….ya deh kita…) akan kehadirannya lagi di pentas layar lebar nasional (akan diputar lagi segera di bioskop nasional film lain dari Dian Sastro judulnya “3 Doa, 3 Cinta”). Film ini juga disutradarai oleh Riri Riza yang baru saja sukses dengan Laskar Pelangi-nya.

adegan dalam film 02

adegan dalam film 02

Drupadi mengisahkan tentang ya…Drupadi lah (masa Bawang Merah Bawang Putih)…yang merupakan putri dari Kerajaan Panchala yang lahir dari api suci. Melalui sebuah sayembara yang dimenangkan oleh Arjuna, Drupadi diperistri oleh Pandawa Lima (Yudhistira yang tertua, Bima, Arjuna sendiri, Nakula, dan Sadewa). Lha kok bisa? Ya karena sebenarnya Pandawa lima sebelum ikut sayembara pamit kepada ibu mereka Dewi Kunthi untuk pergi meminta-minta (sebagai brahmana) kemudian setelah pulang, Dewi Kunthi memerintahkan untuk membagi rata apa yang mereka dapat selama perjalanan….eh lha kok nambah bawa cewek cantik. Dan jadilah Drupadi istri lima pandawa karena perintah itu tidak bisa ditarik kembali…musti pake Keppres soalnya.

Suatu ketika pihak kurawa (saudara sekaligus musuh pandawa) menantang pandawa untuk bermain judi dadu. Yudhistira yang pada dasarnya senang judi menyanggupinya, dan merekapun datang berbondong-bondong menuju tempat yang sudah dijanjikan. Drupadi pasti ikut dong….nggak seru kalo nggak.

Singkat kata dalam permainan dadu tersebut pihak pandawa kalah. Yudhistira yang menjadi pemain dari pihak pandawa sampai sudah mempertaruhkan seluruh kekayaan, kerajaan, bahkan adik-adiknya sendiri tetap merasa tak mau kalah. Hingga akhirnya ia memberikan Drupadi sebagai taruhan. Duryudana dan Sengkuni yang menjadi pemain dari pihak lawan menyanggupinya dan kemudian dadu pun  dikocok…..kocok…kocok….dan eng ing eng….ternyata pandawa kalah lagi!

Dursasana salah satu adik Duryudana dengan kasar membawa Drupadi ke tengah arena perjudian. Disana ia dipermalukan, dilecehkan, mengalami KDRP (Kekerasan Dalam Rumah Perjudian) sampai klimaksnya Dursasana menarik kain yang melilit di tubuh Drupadi. Namun karena perlindungan dari Sri Khrisna kain tersebut meskipun ditarik tak pernah habis….jadi yang berharap melihat tubuh polos disini, mohon maaf tidak ada…silakan lihat film triple X kalo niatnya begitu…(Triple X bukannya yang di acara Smackdown??? itu Triple H ya….)

Disini kemudian Drupadi mengucapkan sumpahnya yang amit-amit jabang bayi seremnya minta ampun yaitu tidak akan mengikat rambutnya sebelum mencucinya dengan darah Dursasana. Dan akhirnya niat itupun terlaksana setelah melalui perang yang panjang…

Begitulah filmnya kira-kira, belum lengkap sih ceritanya….nonton saja sendiri nanti kalo penasaran.

drupadi-dan-arjuna-small-copy

Yang saya ingin cerita sebenarnya tentang apa yang saya lihat digambarkan tentang perempuan disini. Saya kok merasa ini mewakili apa yang kita lihat tentang nasib perempuan di dunia, dan mungkin di Indonesia juga. Mereka kadang seperti mahluk yang dipuja-puja, menjadi inspirasi untuk jutaan karya seni dan sastra karena keindahannya, diagungkan karena surga berada di bawah telapak kakinya. Namun tidak jarang juga mengalami yang namanya dilecehkan, kekerasan baik fisik maupun mental, direndahkan, dan tidak dianggap keberadaannya semua hanya karena mereka……perempuan.

Apakah memang begitu kondisinya….?

foto-foto film Drupadi diambil dari blognya Dian Sastrowardoyo

Iklan




ANDAI SAYA JADI PRESIDEN RI…

4 12 2008

presiden_indonesia

Tahun depan pemilihan Presiden RI akan dilaksanakan lagi. Sudah banyak calon baik yang secara langsung maupun nggak langsung, yang punya kualifikasi dan yang nggak, menyatakan keikutsertaannya dalam ajang pemilihan langsung tersebut. Kebanyakan calon-calon tersebut diusung oleh sebuah partai, tapi ada juga yang mencalonkan dirinya sendiri lalu baru mencari partai yang akan jadi kendaraannya.

Saya jadi berandai-andai (boleh dong berandai-andai)…..

Andai saya cukup edan sehingga mencalonkan diri jadi Presiden RI…

Andai ada partai yang cukup sarap untuk mencalonkan saya sebagai Presiden RI…dan

Andai rakyat Indonesia ternyata gila semua sehingga memilih saya jadi Presiden RI….(ya iyalah…saya kan nggak ngetop, belom bikin iklan yang menunjukkan saya peduli pendidikan, peduli sama orangorang miskin dengan makan nasi aking, peduli sama petani, dll…lha kok dipilih…)

Terus….

presiden-gerrilya-pas1

Andai SAYA jadi Presiden RI:


Saya akan menunjuk Dian Sastro sebagai Ibu Negara atau First Lady sekaligus merangkap sebagai Wakil Presiden (meskipun 100% bakal ditolak). Jadi kerjanya bareng terus. Dengan alasan untuk menjalankan tugas negara. Dan orang-orang bakal bilang aihh….serasi dan romantisnya, seperti dongeng roman yang indah tentang si cantik dan si buruk rupa! Kalo si cantik dan si buruk rupa aja bisa bersanding pasti gak ada lagi berantem gara-gara beda suku, ras, agama, ideologi…malu dong sama si cantik dan si buruk rupa!

Beli jaket, kaca rumah, dan kaca mobil anti peluru. Siapa tahu bakal ada yang nembak saya (tersangka utama mungkin ya…pacarnya Dian Sastro).

Membuat foto baru Presiden dan Wapres. Foto yang dipajang di kantor pemerintahan, sekolah, dan lain-lain diganti. Foto Presiden dan Wapres yang dulu dipisah sekarang dijadikan satu frame saja. Jadi irit anggaran cuma beli satu foto dan bingkainya. Foto juga dibuat tidak formal…sedikit santai, lebih mesra, bisa sambil pegangan tangan…ya nggak apa-apa, lha wong wapresnya itu juga Ibu Negara kok! Coba bayangin kalo foto SBY-JK pegangan tangan….aneh gak? (Pak SBY-JK jangan terinspirasi kata-kata saya ya….) Foto studio juga diganti foto outdoor saja.

Mentraktir para calon presiden yang kalah. Di warteg…ingat nggak lebih dari 10.000 perak/orang. Itu juga menunggu gaji pertama saya sebagai Presiden turun, dan sesudah dikurangi sebagian oleh ibu negara untuk beli beras.

Beli pulsa untuk membalas ucapan selamat. Pasti teman-teman, saudara, banyak yang kirim sms ucapan selamat.

Memberantas korupsi? Tidak, belum tepatnya. Belajar dari prostitusi yang sulit diberantas, saya akan melokalisasi korupsi. Saya akan buat satu departemen, kementerian, atau apalah tempat para pejabat yang suka korupsi dikumpulkan. Departemen itu anggarannya boleh dikorupsi oleh para pejabatnya. Anggarannya sendiri adalah hasil patungan dari para pejabat departemen tersebut.

Mengganti nama blog ini jadi presidenrepublikindonesia.wordpress.com. (udah jadi presiden masih pakai yang gratisan aja…)

Membuat film propaganda tentang keamanan dan stabilitas nasional. Bukan dokumenter, tapi film komersil ber-genre action (film aksi). Ceritanya terinspirasi Air Force One-nya Harrison Ford. Saya akan berperan sebagai Presiden jagoan melawan teroris yang membajak pesawat kenegaraan. Dian Sastro tentunya berperan sebagai ibu negara (dirinya sendiri), dan yang jadi terorisnya Nicholas Saputra (sekali-kali jadi penjahat…).

Anak-anak saya tidak akan saya beri kemudahan untuk memanfaatkan posisi saya. Lha wong belum punya anak jeee….ibu negara aja baru ditunjuk.

Hari ulang tahun saya akan saya jadikan hari libur nasional. Senang kan semua libur terus??!!! Tapi hari minggu jadi hari kerja.

Inisial nama saya (YBD) akan saya jadikan nama panggilan resmi (kaya SBY gitu…). Sekaligus sebagai slogan kepemimpinan saya “YBDYa Bisa Dong…!!!”

Berperan sebagai diri saya sendiri dalam acara parodi politik di televisi. Ngapain pake orang laen yang mirip. Saya sendiri juga mau kok…(presiden seneng tampil).

Sudah tahu kan? Jadi tolong…..jangan pilih saya jadi presiden! (lha, siapa juga yang mau…)

Tulisan ini adalah murni khayalan belaka dan tidak penting adanya, kalau ada kesamaan nama atau tempat kejadian itu tentunya sangat disengaja (tapi nggak ada niat nyinggung lho…). Kalau ada yang tersinggung ya…salah sendiri kok bisa tersinggung padahal saya nggak niat :D. Dan tidak ada binatang yang disakiti dalam pembuatan tulisan ini kecuali beberapa ekor nyamuk… 🙂

gambar para presiden diambil disini.