REUNI….

21 09 2008

Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman semasa SD berkumpul bersama setelah sekian lama saya nggak pernah mendengar kabar mereka. Dimulai dari saling add di sebuah situs pertemanan dan saling bertukar nomor telepon (bukan nomor celana pastinya…),kamipun lalu memutuskan untuk saling bertemu…silaturahmi dengan judul buka puasa bersama, meskipun baru beberapa gelintir saja yang terlacak jejaknya dan bersedia datang.

Bayangkan…SD…sekolah dasar…sebuah masa yang sudah terlewat sekian lama. Entah sudah berapa kali renovasi yang dilakukan sekolah kami, berapa piala dunia FIFA sudah terlewati, berapa kali ganti presiden (kalo ini sih sering gantinya juga baru-baru ini aja…), dan sudah melalui berapa fase wajah Iwan Fals. Saya pun nggak menyangka sama sekali pertemuan ini akan terjadi begitu cepat, karena awalnya saya berpikir untuk menjaga hubungan saja, namun ketika salah seorang kawan mengusulkan untuk bertemu sambil buka puasa kamipun menyambut hangat. Dan disinilah kami duduk bersama kembali untuk pertama kalinya setelah hampir dua dasawarsa berlalu (ketahuan kan seberapa “tua”nya saya….)

wajah-wajah lama.....

wajah-wajah lama.....

yang ini nggak blur

yang ini nggak blur

Bertemu kembali dengan kawan lama yang hampir dua dasawarsa (sekitar 17 atau 18 tahun) nggak bertemu seperti masuk ke dalam lorong waktu…mengumpulkan kembali remah-remah kenangan masa lalu yang tercecer. Menatap kembali wajah-wajah yang sekian lama tersimpan di sudut ingatan yang paling jauh…..menceritakan kembali kenakalan, kegoblokan, kekonyolan, dan keceriaan masa kecil kami seperti sebuah kaleidoskop hidup yang diputar kembali di depan mata saya, bagaimana si ini dulu, …bagaimana si anu dulu…., pak guru ini, bu guru itu…….bapak si ini, ibu si anu…….kejadian ini, kejadian itu……..bagaimana saya dulu…

Ada yang seru,…manis,….sedih,…lucu,…..

Ada tawa,….ada tangis,…..ada canda,…..

Ternyata nggak banyak juga yang berubah dengan kawan-kawan saya…masih seperti dulu hanya saja dengan fisik yang melar sana sini (tarik atas…samping…depan…belakang…hahaha ya iya lah wong tambah gede), muka lama tapi dengan porsi badan yang lebih membuat dunia ini terasa sempit.

Saya membayangkan reuni ini seperti “membongkar” kembali sejarah hidup saya sendiri. Setiap melihat wajah-wajah mereka (teman-teman saya) disana saya melihat wajah saya. Setiap mendengar cerita mereka, ada cerita “sejarah” hidup saya juga disana. Membuat saya kembali melihat pernah menjadi manusia seperti apa saya, dan sudah menjadi manusia seperti apa saya sekarang, untuk pedoman akan menjadi manusia seperti apa saya nantinya.

Aduh…kok lama-lama jadi serius dan sentimentil begini ya…intinya pertemuan ini sangat menyenangkan sekali dan mudah-mudahan nggak berhenti sampai disini…

Ayo kawan-kawan…kita masih ketemu lagi kan? kita masih harus melacak jejak kawan yang lain, masih jauh perjalanan kita…

NB: Buat yang baca…coba kontak lagi kawan-kawan lamaaaaaa (maksudnya lama banget) kalian…menyenangkan sekali lho…

UDAH AH…….

Iklan




zakat maut……

17 09 2008

Waduhhh…kemaren ngantri zakat kok bisa sampe injek-injekan dan gencet-gencetan, sampe ada yang meninggal lagi. Gimana ini? Salah siapa nih….?

Saya turut berduka cita…

Biar nggak sedih lagi.....

Biar nggak sedih lagi.....

biar nggak sedih lagi ya…





APA SIH BAHASA INGGRISNYA NASI?

6 09 2008

Bahasa Inggris memang sudah jadi bahasa internasional. Di Indonesia ini untuk sebagian orang bahasa Inggris mungkin bukan jadi bahasa asing lagi, lidah pun kayaknya sudah cas cis cus kalau ngomong bahasa Inggris. Kata-kata macam sorry, OK, please (dehh..), udah nyelip-nyelip di obrolan kita sehari-hari. Bahkan bahasa umpatan macem S#*t! Atau f@*K! Ikut-ikutan dibawa.

Di TV juga kalau kita lihat artis-artis juga begitu, Cinta Laura misalnya (Cinta Laura sih ketahuan emang ada bule-nya, tapi ada yang bapaknya dari gunungkidul, emaknya dari bojongkenyot juga jadi ikut cas cis cus nyampur bahasa Inggris). Lho emang kenapa?

Ya nggak apa-apa sekarang kan zaman MTV.

Apalagi presenter-presenter kita itu.

“Jangan kemana mana, coz I’ll be right back!”(saya sering menerjemahkannya menjadi “saya akan menjadi bek kanan.”)

Don’t go anywhere, kami akan kembali after these messages!”

God bless, take care, stay away from drugs and sampai jumpa lagi! PEACE!!!”

Saya jadi ingat tetangga saya, dulu waktu saya bertandang ke rumahnya anaknya yang kelas 4SD bertanya mengenai tugas bahasa Inggris dari sekolahnya (dari kejadian itu tiba-tiba muncul sebuah adegan imajiner dalam kepala saya, saya memang sering melamun dan menghayal. Mohon maaf. Seperti ini kira-kira adegannya)

Oni:

“Pah…bahasa Inggerisnya ayam apa sih?”

Ayah:

ChickenC-H-I-C-K-E-N. Masa kamu gitu aja nggak tau! kan sering tuh papah beliin ayam goreng pak jenggot.”

Oni:

”Oiya…ya! Kalo pohon apa pah?”

Ayah:

“Pohon itu tree…”

Oni:

”Ah…kata Bu guru tri itu tiga pah…wan..tu..tri”

Ayah:

”Haduhh kamu ini…ngeyel. Pohon itu tree, nah kalo tiga itu three..! Udah ah sana papah lagi baca koran!”

Oni:

“Nah…berarti sama dong! Masa sama sih pah? Oni jadi bingung…”

Ayah:

“Lain Oni, tulisannya lain. Yang satu ada “H” nya…bunyinya juga lain sedikit. Gitu deh pokoknya. Sana nanya sama mamah aja!”

Oni:

“Satu lagi deh pah, bahasa Inggerisnya nasi apa pah?”

Ayah:

Rice.”

Oni:

“Bu guru bilang rice itu beras pah…masa sama lagi sih? Ntar kalo salah gimana nih? Oni harus isi apaan?”

Ayah:

(Mulai mikir)“Udah…isi aja rice…!”

Oni:

“Ntar kalo salah gimana pah?

Ayah:

(Sedikit nggak yakin dengan jawabannya sendiri)“Ya udah udah udah… gini aja. Bahasa Inggrisnya nasi itu…nation. N-A-T-I-O-N!”

Ibu:

“Idihh…papah asal! Masa nasi bahasa Inggrisnya nesyen?”

Ayah:

“Kok nggak percaya sih…lokasi kan bahasa Inggrisnya location, kalo komunikasi kan communication, trus televisi itu television, koordinasi itu coordination, berarti nasi itu ya nation tokh!”

Ibu:

“Oiya..ya. Mamah kirain nasi itu rais kuk. Soalnya yang buat masak nasi kan raiskuker .”(sambil senyum-senyum).

Oni:

“Nasi = Nation, berarti kalo nasi basi bahasa Inggerisnya nation bation dong, Pah! Hore…hore…Oni udah bisa bahasa Inggeris”

Ayah:

“Hahaha….pinterrr kamu….hahaha…hahaha..hahaa…..!”

Imajinasi saya buyar seketika saat bocah itu tiba-tiba menepok muka saya pakai raket nyamuk, lalu lari ngibrit ke dalam. ADUUUHHH…kurang ajar…saya laporin Polition biar ditangkep baru tau rasa dia!





ANAK_ANAK “KORBAN” KEKERASAN

1 09 2008


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA…

Tadi pagi (menjelang siang tepatnya) dalam perjalanan ke studio saya ini, kebetulan saya melewati sebuah pemukiman. Di sana saya melihat beberapa anak kecil sedang bermain. Umur-umur mereka sekitar 8-10 tahun lah. Awal puasa biasanya memang anak-anak SD libur.

Pokoknya ada sekitar 6-7 anak yang berkumpul disana tapi ada 2 tokoh utama yang sedang memainkan perannya disana.

sumber gambar: wikipedia, free encyclopedia

Anak 1:

“gua jadi Naruto(seorang ninja muda yang merupakan karakter utama dalam manga dan anime Jepang berjudul sama)”

wikipedia, free encyclopedia

sumber gambar: wikipedia, free encyclopedia

Anak 2 (membawa pedang-pedangan plastik):

”gua jadi Ichigo Kurosaki (seorang pembasmi iblis yang merupakan karakter utama dalam manga dan anime Jepang “Bleach”)…ayo kita bertempur!”

Anak-anak lain (sebagai pasukan penyorak)

“HIAAAAAT….!!!”dua-duanya berteriak sambil maju ke arah lawan. Terjadilah adu jurus itu. Si “Naruto” karena bukan Naruto sesungguhnya kelihatan terdesak oleh lawannya yang berpedang. Sementara si “Ichigo” sudah menyabet-nyabetkan dan menusuk-nusukkan pedangnya ke badan, tangan, dan leher si Naruto” sambil bilang “Mati lo…Naruto!”, “Gua penggal pala lo…!”, “Hiatt..dezigg…jepp..jepp!”, sementara si “Naruto” yang nggak bawa senjata terpaksa sibuk menangkis sembari sesekali membalas memakai jurus pukulan dan tendangan yang sporadis ditambah nafsu menghantam dan kenekatan tingkat tinggi . “Buk..buk..buk…deziggg…dezigg!!!”.

Pertandingan gladiator karakter Jepang dengan fisik Kampung Bojongkenyot itu tambah meriah ditimpali pasukan sorak sorai yang sibuk memberi instruksi dan teriak, “Pukul mukanya….tendang dadanya…patahin lehernya!”(berlaku untuk pendukung si “Naruto”), serta “ tusukk..sabett…bunuh…!!!” (berlaku untuk pendukung si “Ichigo”).

Saya nggak tahu apakah akhirnya Naruto berhasil selamat dan mengalahkan Ichigo. Atau justru Ichigo yang berjaya menghabisi Naruto di ujung pedangnya. Saya sudah terlanjur lewat jauh untuk mengetahui akhir pertandingan.

Saya nggak habis pikir…apa memang dunia anak-anak sekarang udah penuh kekerasan begitu…? belajar darimana mereka…? Orangtua? TV? Film anak2 yang isinya berantem-berantem? Sinetron yang isinya tampar-tamparan? Berita di TV yang isinya pembunuhan, mutilasi, dll itu…HIIII….NGERI!

SELAMAT BERBUKA…





KENTUT ADALAH HAL TERINDAH YANG ADA DI MUKA BUMI…

26 08 2008


Kentut…? Sebuah hal yang sepele…enak aja, belom tentu tau!!! Jangan terlalu menganggap remeh fenomena kentut itu.

Kentut bisa juga bikin kita berurusan sama pengadilan, kayanya saya pernah baca di kronik dunia-nya KOMPAS ada cerita tentang orang yang kentut sembarangan. Ternyata kegiatan “nggak penting”-nya itu membuat orang lain yang berada di dekatnya kena jatah baunya yang sungguh-sungguh nista karena sepertinya baru sarapan daging tokek. Orang yang kena dikentuti ternyata nggak terima dan menuntut si pengentut (bagus ya rimanya…menuntut si pengentut) itu ke pengadilan karena mengganggu stabilitas nasional eh..stabilitas dirinya. Berabe juga kalo kaya gitu kejadiannya!

Orang pacaran juga bisa putus gara2 kentut. Kalo lagi berdua sama pacar, dan terasa ingin kentut langsung ditahan-tahan…malu sama pacar. Pada jaim sih!…coba kalo ada cowok/cewek yang bilang ke pacarnya, “sayang, aku mau kentut dulu ya…PRREEETTT!!” dan pacarnya menjawab,”kentut aja sayang, aku kan juga pengen kentut nih dari tadi…PRREEETTT!!!” Tanpa ada yang disembunyikan, bebas, asik-asik aja kan jadinya dunia ini.

Temen saya (bukan saya…sumpah deh!) pernah kentut secara tidak sengaja (setahu saya ya…) di tempat umum yang cukup ramai dengan kerasnya..BROOOEEETTTT!!! Orang di sekitar saya banyak yang clingak clinguk mencari suara mirip celana robek itu…untung nggak ketahuan soalnya saya…eh teman saya keburu pasang jurus lempar kentut sembunyi p@^%at (ini bukan salah ketik…maksudnya “pantat” tapi kalo nulis “pantat” takut dianggep nggak sopan). Disini terbukti kentut bisa mencuri perhatian, jadi kalo ada yang merasa kurang diperhatikan…cobalah kentut dengan keras.

Kentut juga bisa jadi hal yang terindah di dunia. Lho kok bisa? Ya bisa saja. Pernah ada yang merasa bersyukur bisa kentut nggak? Kalo nggak atau belum, mulailah dari sekarang. Saya pernah ya merasakan nggak bisa kentut…waduh menyiksa sekali seperti. Rasanya seperti ingin kentut tapi nggak bisa (ya iya..lah)! Angin nggak bisa keluar menyusup melalui lobang p@^%at (sama seperti di atas)…trus pas bisa keluar…Haaah….PLOOONGG! Buat saya pada saat itu, kentut itu menjadi hal yang terindah di dunia…dicium sama Luna Maya nggak ada apa-apanya!

Padahal saya sempat berpikir kalo kentut itu hal yang menjijikkan, jelek, serta najis bin nista lah pokoknya. Malahan saya sempat berpikir juga kalo cewek cantik itu pasti nggak kentut. Masa cantik-cantik kok kentut…seperti dua hal yang kontradiktif. Sesuatu yang indah tidak bisa disandingkan dengan sesuatu yang najis bin nista. Tapi lha wong cewek cantik kan ya orang…bukan sejenis lelembut…masa nggak kentut. Kentut itu kan hal yang manusiawi.

Dan kenapa hal seindah itu harus disembunyi-sembunyikan, sayang kan? Jadi nikmatilah suara-suara PREETTT!!! BRRROTTTT!!! mPRETT!! DUTT!! Tiii…uuu…iiitTT! poHHH!!! (yang terakhir ini gara-gara udah loss jepitannya) seperti sebuah simfoni yang indah. Dan bersyukurlah anda masih bisa kentut. PRETT!!!





AYO PERGI HIJAU….!

1 08 2008

AYO PERGI HIJAU…

Sepertinya akhir-akhir ini warna hijau jadi warna favorit atau warna trend. Jargon “Ayo Pergi Hijau” (maksudnya “Let’s Go Green”) muncul dimana-mana mulai dari majalah, koran, TV, radio, film, lagu semenjak mulai munculnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan lingkungan hidup.

Tapi apa benar kita (manusia-manusia gila ini) udah sadar?

Topik soal lingkungan hidup ini kayanya mulai memanas waktu Al Gore (mantan wapres Amrik) menelurkan (rupanya Al Gore ini sejenis unggas) sebuah film dokumenter yang berjudul “an Inconvinient Truth” yang isinya tuh sebuah pemaparan tentang bahaya yang sedang dihadapi bumi ini mulai dari kerusakan lingkungan yang disebabkan gas sisa pembakaran atau proses industri yang tertahan di atmosfer sehingga menyebabkan suhu bumi semakin panas (global warming), semakin berkurangnya sumber daya energi terutama yang berasal dari fosil, perubahan iklim dan cuaca yang nggak terduga, dan akibatnya terhadap bumi dan kelangsungan hidup manusia….wah pokoknya isinya semi horor, kalo ditambahin pocong sama kuntilanak dijamin bakal bikin jantung copot cuman jadinya rada gak nyambung aja.

Film ini lumayan laku juga dan dapet pujian dari kritikus…bahkan bikin beberapa orang atau kalangan mulai tergerak untuk lebih peduli sama kelangsungan bumi kita ini, dan perlahan isu ini jadi lumayan sering didengungkan apalagi film “an Inconvinient Truth” sempat nyabet piala Oscar dan Om Al Gore juga dapet hadiah Nobel Perdamaian. Mendadak film ini jadi sebuah film yang wajib tonton setidaknya kalo menurut Roeper & Ebert (itu…yang komentarnya selalu ada di cover film kayak: “…a must see”, “brilliant!”, atau,”*****” alias bintang lima).

Nah…selain film, isu ini jadi mewabah, termasuk di Indonesia ini nih…isu kepedulian lingkungan mulai didengungkan secara luas…orang udah banyak yang bisa cas cis cus ngomong soal apa itu global warming, beberapa toko atau departement store mengurangi penggunaan tas plastik dengan menwarkan konsumennya untuk memakai tas non plastik yang sama tiap kali belanja di situ, remaja-remaja ABG pakai t-shirts atau tas yang ada tulisannya Let’s Go Green, sampe selebriti selebriti kita didaulat jadi duta lingkungan hidup oleh beberapa lembaga. Ahmad Dhani jadi duta lingkungan hidup, Marshanda jadi duta lingkungan hidup, Bunga Citra Lestari jadi duta lingkungan hidup, Duta Sheila on 7 jadi Duta……Sheila on 7 lah.

Pokoknya masalah lingkungan hidup lagi jadi ngetren banget….

Nah ini masalahnya…..

Gimana kalo ini cuma sekedar tren aja…..?

Apa kita udah bener-bener sadar atau cuma sekedar ikut arus aja?

Besok temen temen saya berencana menanam pohon bakau di kawasan pantai utara Jakarta. Saya sih nggak ikut menanam cuma ikut nyumbang aja.Yang saya takut adalah pertanyaan pertanyaan yang mendadak sontak , apakah saya menyumbang karena saya benar-benar peduli? atau saya menyumbang hanya karena berpikir mumpung isunya sekarang lagi hangat dan seru? Apa saya cuma ikut ikutan saja? Kalau benar benar peduli, kenapa nggak dari dulu saya lakukan? lalu kenapa saya nggak menanam sendiri saja? mengapa begini? mengapa begitu?

AAAAARRRRRGGHHH………..!!!!!

*image hulk diambil dari The Incredible Hulk (Universal Pictures & Marvel Comics character)





Hello world!

1 06 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!