Pe Er NIH TENTANG 10 DOSA SAYA…

26 09 2008

Beberapa hari yang lalu saya dapat komen dari Ic, ternyata saya dapat jatah mengerjakan pe er lanjutan….wadooooh. Masalahnya saya paling nggak hobi bikin pe er selalu nunggu jatah intip-intipan dari teman. Dan harus disounding lagi ke 10 orang paling beruntung se-jagat raya ini. Eeeh…nggak lama Sandi juga ngasih kerjaan yang sama ke saya (padahal awalnya doi masuk target 10 orang paling beruntung versi saya itu lho…hehehe…nasib…nasib, malah keduluan)

Oke deh berhubung buku tulis saya habis…jadi saya kerjakan pe er-nya di buku gambar saya aja ya…yang penting kan ngumpulin ya nggak bu/pak guru….dan sudah saya kasih ponten 10…

Ada 10 orang yang beruntung untuk melanjutkannya. Mereka terpilih secara acak sekali…acak sekali…

10 Orang2 yang beruntung:

  1. abham yang punya cerita
  2. rini-guntur-rana
  3. ai-aa
  4. fannie
  5. AyamCinta
  6. GoenRock
  7. dondanang
  8. easy
  9. mas datyo
  10. fendhy

Nah buat 10 kawan-kawan yang beruntung di atas, saya harap bersedia meluangkan waktunya untuk mengerjakan pe er ini. minta maaf nih kalo ngerepotin…hahaha…saya memang melimpahkan beban ini ke kalian semua karena saya rasa kalian mampu, kalo masalah bersedia apa nggak sih saya nggak tau…

Dan ingat ada peraturan atau rules nya lagi nih….(lihat di bawah ini…)

Rulesnya adalah (di copy paste niih) :

  1. Each blogger must post these rules.
  2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
  3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
  4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

Oke itu saja dari saya…Selesai tidak selesai harap dikumpulkan ya……

TERIMA KASIH

Iklan




REUNI….

21 09 2008

Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman semasa SD berkumpul bersama setelah sekian lama saya nggak pernah mendengar kabar mereka. Dimulai dari saling add di sebuah situs pertemanan dan saling bertukar nomor telepon (bukan nomor celana pastinya…),kamipun lalu memutuskan untuk saling bertemu…silaturahmi dengan judul buka puasa bersama, meskipun baru beberapa gelintir saja yang terlacak jejaknya dan bersedia datang.

Bayangkan…SD…sekolah dasar…sebuah masa yang sudah terlewat sekian lama. Entah sudah berapa kali renovasi yang dilakukan sekolah kami, berapa piala dunia FIFA sudah terlewati, berapa kali ganti presiden (kalo ini sih sering gantinya juga baru-baru ini aja…), dan sudah melalui berapa fase wajah Iwan Fals. Saya pun nggak menyangka sama sekali pertemuan ini akan terjadi begitu cepat, karena awalnya saya berpikir untuk menjaga hubungan saja, namun ketika salah seorang kawan mengusulkan untuk bertemu sambil buka puasa kamipun menyambut hangat. Dan disinilah kami duduk bersama kembali untuk pertama kalinya setelah hampir dua dasawarsa berlalu (ketahuan kan seberapa “tua”nya saya….)

wajah-wajah lama.....

wajah-wajah lama.....

yang ini nggak blur

yang ini nggak blur

Bertemu kembali dengan kawan lama yang hampir dua dasawarsa (sekitar 17 atau 18 tahun) nggak bertemu seperti masuk ke dalam lorong waktu…mengumpulkan kembali remah-remah kenangan masa lalu yang tercecer. Menatap kembali wajah-wajah yang sekian lama tersimpan di sudut ingatan yang paling jauh…..menceritakan kembali kenakalan, kegoblokan, kekonyolan, dan keceriaan masa kecil kami seperti sebuah kaleidoskop hidup yang diputar kembali di depan mata saya, bagaimana si ini dulu, …bagaimana si anu dulu…., pak guru ini, bu guru itu…….bapak si ini, ibu si anu…….kejadian ini, kejadian itu……..bagaimana saya dulu…

Ada yang seru,…manis,….sedih,…lucu,…..

Ada tawa,….ada tangis,…..ada canda,…..

Ternyata nggak banyak juga yang berubah dengan kawan-kawan saya…masih seperti dulu hanya saja dengan fisik yang melar sana sini (tarik atas…samping…depan…belakang…hahaha ya iya lah wong tambah gede), muka lama tapi dengan porsi badan yang lebih membuat dunia ini terasa sempit.

Saya membayangkan reuni ini seperti “membongkar” kembali sejarah hidup saya sendiri. Setiap melihat wajah-wajah mereka (teman-teman saya) disana saya melihat wajah saya. Setiap mendengar cerita mereka, ada cerita “sejarah” hidup saya juga disana. Membuat saya kembali melihat pernah menjadi manusia seperti apa saya, dan sudah menjadi manusia seperti apa saya sekarang, untuk pedoman akan menjadi manusia seperti apa saya nantinya.

Aduh…kok lama-lama jadi serius dan sentimentil begini ya…intinya pertemuan ini sangat menyenangkan sekali dan mudah-mudahan nggak berhenti sampai disini…

Ayo kawan-kawan…kita masih ketemu lagi kan? kita masih harus melacak jejak kawan yang lain, masih jauh perjalanan kita…

NB: Buat yang baca…coba kontak lagi kawan-kawan lamaaaaaa (maksudnya lama banget) kalian…menyenangkan sekali lho…

UDAH AH…….





Eksperimen Kuliner Indonesia

13 09 2008

Indonesia ini kaya lho…percaya nggak?

Dan orang-orang Indonesia itu kreatifnya setengah mati lho…percaya nggak? Termasuk urusan kuliner yang udah ngetop sampai ke mancanegara.

Coba berapa banyak makanan khas dari daerah-daerah yang ada di seluruh Indonesia. Dan yang huebuattt apa saja bisa dimakan sama orang Indonesia….Ya betul..APA SAJA…! Contohnya dari hewan yang namanya sapi saja hampir semua komponen tubuhnya bisa dimakan sama orang Indonesia muali daging, kikil, lidah, otak, paru, usus, kaki, buntut, dll. Atau ada yang pernah nyobain rempeyek laron atau sambel dengan lalapan belalang mentah atau setengah dibakar yang kadang masih menggeliat-geliat….nyammm…Mak Nyusss” kalau katanya Om Bondan Winarno yang suka kremas-kremus di acara “Wisata Kuliner” itu (….wuihhh sok kenal banget sayamanggil Om!).

Dan yang pasti orang Indonesia itu kreatifnya nggak kira-kira apalagi kalau soal meracik dan memadukan makanan. Waktu mahasiswa saya pernah ikut sebuah acara perjalanan kampus yang tujuannya meneliti arsitektur tradisional (kalo saya sih cuma main dan jalan-jalan sebenernya), kebetulan perjalanan waktu itu ke daerah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Saya kebetulan hobi jalan-jalan kayak gitu memang sekalian mencari hal-hal baru, salah satunya makanan. Di kabupaten Ende, saat acara perpisahan dengan penduduk setempat kami disuguhi makanan yang terdiri dari:

· Urap (sayur-sayuran yang pakai bumbu kelapa parut dan gula jawa campur sambel itu lho…)

· Ikan teri dan kacang balado (kok balado? Emang di Minang?….abis saya nggak tau namanya, maaf!)

· Pisang muda setengah dibakar.

Semua itu dimakan barengan….kebayang nggak rasanya gimana? Awalnya emang agak aneh…tapi lama-lama ya doyan juga….hahaha…!!!

Pengalaman yang satu lagi di kabupaten Manggarai, kami dapat suguhan nasi dan mie goreng…dan ditambah bubur kacang ijo…Ya…bubur kacang ijo yang itu…cuma lebih encer kuahnya dan nggak manis rasanya. Semua dimakan berbarengan….SIKAAAT…enak juga kok…!

Masih kurang……?

Saya punya beberapa teman yang juga cukup aneh selera makanannya. Waktu mahasiswa ada yang saking ngiritnya makan siomay pakai nasi….atau ada juga yang saya kenal suka makan indomie rebus pakai roti tawar.Kalau kita suka datang ke hajatan saudara atau teman juga biasanya makanan kan banyak macamnya, dan karena nggak mau rugi kalau nggak makan semuanya biasanya suka dicampur baur jadi satu, sop campur sate campur mie goreng campur sambel goreng ati campur ikan goreng asam manis campur cap cay….Bhinneka Tunggal Ika…Indonesia sekali! Itu belum termasuk makanan-makanan yang ada di stand-stand.

Kalau saya punya versi kreasi saya sendiri. Ini merupakan favorit saya dari kecil, nasi goreng kornet pakai telor rebus, plus irisan nanas, dan yang paling penting buah pisang buat lalapannya …YAHUUDDD!!! Namanya Nasi Goreng ‘ala Qacrudé (nasi goreng yang rasanya kacrut banget enaknya).

Bagaimana dengan yang lain? Apa ada yang mau menyumbangkan saran campuran makanan favoritnya?

Yang mungkin perpaduan sempurna dari makanan-makanan khas Indonesia, soto babat campur gado-gado? atau sate ayam campur semur jengkol yang disiram dengan sirup markisa? atau lumpia dicocol pakai petis ditambah lelehan es krim medan? pokoknya dicampur aduk jadi satu yang akhirnyamenghasilkan petualangan cita rasa yang sangat dahsyat…DAHSYAT ANCURRRRNYA!!!





APA SIH BAHASA INGGRISNYA NASI?

6 09 2008

Bahasa Inggris memang sudah jadi bahasa internasional. Di Indonesia ini untuk sebagian orang bahasa Inggris mungkin bukan jadi bahasa asing lagi, lidah pun kayaknya sudah cas cis cus kalau ngomong bahasa Inggris. Kata-kata macam sorry, OK, please (dehh..), udah nyelip-nyelip di obrolan kita sehari-hari. Bahkan bahasa umpatan macem S#*t! Atau f@*K! Ikut-ikutan dibawa.

Di TV juga kalau kita lihat artis-artis juga begitu, Cinta Laura misalnya (Cinta Laura sih ketahuan emang ada bule-nya, tapi ada yang bapaknya dari gunungkidul, emaknya dari bojongkenyot juga jadi ikut cas cis cus nyampur bahasa Inggris). Lho emang kenapa?

Ya nggak apa-apa sekarang kan zaman MTV.

Apalagi presenter-presenter kita itu.

“Jangan kemana mana, coz I’ll be right back!”(saya sering menerjemahkannya menjadi “saya akan menjadi bek kanan.”)

Don’t go anywhere, kami akan kembali after these messages!”

God bless, take care, stay away from drugs and sampai jumpa lagi! PEACE!!!”

Saya jadi ingat tetangga saya, dulu waktu saya bertandang ke rumahnya anaknya yang kelas 4SD bertanya mengenai tugas bahasa Inggris dari sekolahnya (dari kejadian itu tiba-tiba muncul sebuah adegan imajiner dalam kepala saya, saya memang sering melamun dan menghayal. Mohon maaf. Seperti ini kira-kira adegannya)

Oni:

“Pah…bahasa Inggerisnya ayam apa sih?”

Ayah:

ChickenC-H-I-C-K-E-N. Masa kamu gitu aja nggak tau! kan sering tuh papah beliin ayam goreng pak jenggot.”

Oni:

”Oiya…ya! Kalo pohon apa pah?”

Ayah:

“Pohon itu tree…”

Oni:

”Ah…kata Bu guru tri itu tiga pah…wan..tu..tri”

Ayah:

”Haduhh kamu ini…ngeyel. Pohon itu tree, nah kalo tiga itu three..! Udah ah sana papah lagi baca koran!”

Oni:

“Nah…berarti sama dong! Masa sama sih pah? Oni jadi bingung…”

Ayah:

“Lain Oni, tulisannya lain. Yang satu ada “H” nya…bunyinya juga lain sedikit. Gitu deh pokoknya. Sana nanya sama mamah aja!”

Oni:

“Satu lagi deh pah, bahasa Inggerisnya nasi apa pah?”

Ayah:

Rice.”

Oni:

“Bu guru bilang rice itu beras pah…masa sama lagi sih? Ntar kalo salah gimana nih? Oni harus isi apaan?”

Ayah:

(Mulai mikir)“Udah…isi aja rice…!”

Oni:

“Ntar kalo salah gimana pah?

Ayah:

(Sedikit nggak yakin dengan jawabannya sendiri)“Ya udah udah udah… gini aja. Bahasa Inggrisnya nasi itu…nation. N-A-T-I-O-N!”

Ibu:

“Idihh…papah asal! Masa nasi bahasa Inggrisnya nesyen?”

Ayah:

“Kok nggak percaya sih…lokasi kan bahasa Inggrisnya location, kalo komunikasi kan communication, trus televisi itu television, koordinasi itu coordination, berarti nasi itu ya nation tokh!”

Ibu:

“Oiya..ya. Mamah kirain nasi itu rais kuk. Soalnya yang buat masak nasi kan raiskuker .”(sambil senyum-senyum).

Oni:

“Nasi = Nation, berarti kalo nasi basi bahasa Inggerisnya nation bation dong, Pah! Hore…hore…Oni udah bisa bahasa Inggeris”

Ayah:

“Hahaha….pinterrr kamu….hahaha…hahaha..hahaa…..!”

Imajinasi saya buyar seketika saat bocah itu tiba-tiba menepok muka saya pakai raket nyamuk, lalu lari ngibrit ke dalam. ADUUUHHH…kurang ajar…saya laporin Polition biar ditangkep baru tau rasa dia!





ANAK_ANAK “KORBAN” KEKERASAN

1 09 2008


SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA…

Tadi pagi (menjelang siang tepatnya) dalam perjalanan ke studio saya ini, kebetulan saya melewati sebuah pemukiman. Di sana saya melihat beberapa anak kecil sedang bermain. Umur-umur mereka sekitar 8-10 tahun lah. Awal puasa biasanya memang anak-anak SD libur.

Pokoknya ada sekitar 6-7 anak yang berkumpul disana tapi ada 2 tokoh utama yang sedang memainkan perannya disana.

sumber gambar: wikipedia, free encyclopedia

Anak 1:

“gua jadi Naruto(seorang ninja muda yang merupakan karakter utama dalam manga dan anime Jepang berjudul sama)”

wikipedia, free encyclopedia

sumber gambar: wikipedia, free encyclopedia

Anak 2 (membawa pedang-pedangan plastik):

”gua jadi Ichigo Kurosaki (seorang pembasmi iblis yang merupakan karakter utama dalam manga dan anime Jepang “Bleach”)…ayo kita bertempur!”

Anak-anak lain (sebagai pasukan penyorak)

“HIAAAAAT….!!!”dua-duanya berteriak sambil maju ke arah lawan. Terjadilah adu jurus itu. Si “Naruto” karena bukan Naruto sesungguhnya kelihatan terdesak oleh lawannya yang berpedang. Sementara si “Ichigo” sudah menyabet-nyabetkan dan menusuk-nusukkan pedangnya ke badan, tangan, dan leher si Naruto” sambil bilang “Mati lo…Naruto!”, “Gua penggal pala lo…!”, “Hiatt..dezigg…jepp..jepp!”, sementara si “Naruto” yang nggak bawa senjata terpaksa sibuk menangkis sembari sesekali membalas memakai jurus pukulan dan tendangan yang sporadis ditambah nafsu menghantam dan kenekatan tingkat tinggi . “Buk..buk..buk…deziggg…dezigg!!!”.

Pertandingan gladiator karakter Jepang dengan fisik Kampung Bojongkenyot itu tambah meriah ditimpali pasukan sorak sorai yang sibuk memberi instruksi dan teriak, “Pukul mukanya….tendang dadanya…patahin lehernya!”(berlaku untuk pendukung si “Naruto”), serta “ tusukk..sabett…bunuh…!!!” (berlaku untuk pendukung si “Ichigo”).

Saya nggak tahu apakah akhirnya Naruto berhasil selamat dan mengalahkan Ichigo. Atau justru Ichigo yang berjaya menghabisi Naruto di ujung pedangnya. Saya sudah terlanjur lewat jauh untuk mengetahui akhir pertandingan.

Saya nggak habis pikir…apa memang dunia anak-anak sekarang udah penuh kekerasan begitu…? belajar darimana mereka…? Orangtua? TV? Film anak2 yang isinya berantem-berantem? Sinetron yang isinya tampar-tamparan? Berita di TV yang isinya pembunuhan, mutilasi, dll itu…HIIII….NGERI!

SELAMAT BERBUKA…





KENTUT ADALAH HAL TERINDAH YANG ADA DI MUKA BUMI…

26 08 2008


Kentut…? Sebuah hal yang sepele…enak aja, belom tentu tau!!! Jangan terlalu menganggap remeh fenomena kentut itu.

Kentut bisa juga bikin kita berurusan sama pengadilan, kayanya saya pernah baca di kronik dunia-nya KOMPAS ada cerita tentang orang yang kentut sembarangan. Ternyata kegiatan “nggak penting”-nya itu membuat orang lain yang berada di dekatnya kena jatah baunya yang sungguh-sungguh nista karena sepertinya baru sarapan daging tokek. Orang yang kena dikentuti ternyata nggak terima dan menuntut si pengentut (bagus ya rimanya…menuntut si pengentut) itu ke pengadilan karena mengganggu stabilitas nasional eh..stabilitas dirinya. Berabe juga kalo kaya gitu kejadiannya!

Orang pacaran juga bisa putus gara2 kentut. Kalo lagi berdua sama pacar, dan terasa ingin kentut langsung ditahan-tahan…malu sama pacar. Pada jaim sih!…coba kalo ada cowok/cewek yang bilang ke pacarnya, “sayang, aku mau kentut dulu ya…PRREEETTT!!” dan pacarnya menjawab,”kentut aja sayang, aku kan juga pengen kentut nih dari tadi…PRREEETTT!!!” Tanpa ada yang disembunyikan, bebas, asik-asik aja kan jadinya dunia ini.

Temen saya (bukan saya…sumpah deh!) pernah kentut secara tidak sengaja (setahu saya ya…) di tempat umum yang cukup ramai dengan kerasnya..BROOOEEETTTT!!! Orang di sekitar saya banyak yang clingak clinguk mencari suara mirip celana robek itu…untung nggak ketahuan soalnya saya…eh teman saya keburu pasang jurus lempar kentut sembunyi p@^%at (ini bukan salah ketik…maksudnya “pantat” tapi kalo nulis “pantat” takut dianggep nggak sopan). Disini terbukti kentut bisa mencuri perhatian, jadi kalo ada yang merasa kurang diperhatikan…cobalah kentut dengan keras.

Kentut juga bisa jadi hal yang terindah di dunia. Lho kok bisa? Ya bisa saja. Pernah ada yang merasa bersyukur bisa kentut nggak? Kalo nggak atau belum, mulailah dari sekarang. Saya pernah ya merasakan nggak bisa kentut…waduh menyiksa sekali seperti. Rasanya seperti ingin kentut tapi nggak bisa (ya iya..lah)! Angin nggak bisa keluar menyusup melalui lobang p@^%at (sama seperti di atas)…trus pas bisa keluar…Haaah….PLOOONGG! Buat saya pada saat itu, kentut itu menjadi hal yang terindah di dunia…dicium sama Luna Maya nggak ada apa-apanya!

Padahal saya sempat berpikir kalo kentut itu hal yang menjijikkan, jelek, serta najis bin nista lah pokoknya. Malahan saya sempat berpikir juga kalo cewek cantik itu pasti nggak kentut. Masa cantik-cantik kok kentut…seperti dua hal yang kontradiktif. Sesuatu yang indah tidak bisa disandingkan dengan sesuatu yang najis bin nista. Tapi lha wong cewek cantik kan ya orang…bukan sejenis lelembut…masa nggak kentut. Kentut itu kan hal yang manusiawi.

Dan kenapa hal seindah itu harus disembunyi-sembunyikan, sayang kan? Jadi nikmatilah suara-suara PREETTT!!! BRRROTTTT!!! mPRETT!! DUTT!! Tiii…uuu…iiitTT! poHHH!!! (yang terakhir ini gara-gara udah loss jepitannya) seperti sebuah simfoni yang indah. Dan bersyukurlah anda masih bisa kentut. PRETT!!!





INTERMEZZO KEMERDEKAAN…

19 08 2008

Lho kok bendera merah putih jadi compang-camping seperti ini ? warnanya juga pudar seperti luntur?

 Jangan-jangan ini tanda bahwa “ke-Indonesiaan” kita mulai terkoyak-koyak dan luntur gara-gara pandangan kesukuan yang sempit, fanatisme agama yang kebablasan, toleransi yang kecil serta ego yang berlebihan dalam menghadapi perbedaan, rasa kemanusiaan yang kerdil, rasa kebersamaan dan gotong royong yang nggak pernah terdengar lagi gaungnya.

Kayaknya kata-kata di atas cuma jadi daftar what to do dan not to do di buku pelajaran PPKn aja…

Saya takut kita cuma bisa teriak…

MERDEKA…!

Tanpa pernah bisa benar-benar merasakannya apalagi mengisinya.