SUARA DENGARKANLAH AKU….

28 08 2009

Memasuki satu minggu di bulan Ramadhan ini, saya sempat puasa ngeblog juga. Baru saat ini bisa posting. Blogwalking pun jarang. Jadi sekarang saya mau posting tentang puasa, yang mana sampai saat ini, yang namanya godaan masih saja ada dan akan selalu seliweran di depan mata. Mungkin semua juga merasakan bahwa hal-hal yang sebelum puasa kita anggap sepi…nggak menarik, mendadak sontak saat ini jadi begitu menggodanya.

Es ecek-ecek warna warni di pinggir jalan yang dulu sama sekali nggak dilirik, kok tiba-tiba jadi begitu indah warnanya di mata ini. Ancaman pewarna tekstil yang katanya dipakai untuk membuat es itu jadi seperti bukan masalah lagi. Es dung-dung keliling itu, yang nyaring santannya pakai celana dalam itu (lha iya lah…yang nyaring alias tukang saring santennya pakai celana dalam. Kalo nggak ya…dingin dong) juga kelihatan mak nyuss sekali. Waktu mbok-mbok jamu lewat  saja, kelihatannya bisa menggoda sekali. Husss…bukan mbok jamunya yang menggoda, tapi jamunya itu!

Di saat-saat seperti ini biasanya sering muncul suara-suara. Dua suara tepatnya. Nggak tahu asalnya dari mana. Satu suara A dan satunya suara B…

Eeee…lha kok hari ini muncul lagi. Begini ceritanya…suara A warna merah, suara B warna biru:

Lagi enak-enaknya browsing grafis-grafis menarik sambil mikir begini mikir begitu, di luar ada suara ting-ting-ting, tukang es lewat. Wah…ada juga tukang es yang lewat menjelang sore begini, saya mikir begitu. Tiba-tiba suara-suara itu muncul:

“Eh…enak tuh kayanya minuman yang dijual, segeeeerrr ya. Nggak kepingin?”, kata suara A.

“Husss…jangan mau!!! Eh…lu jangan suka ganggu-gangguin gitu dong. Mempengaruhi orang supaya batal ya?”, suara B memotong.

“Lho..lho..lho…kalo nggak kuat kan nggak apa-apa. Mana hawa panas begini kan? Apa ada gunung meletus ya?”

“Ealaaaaah…lha wong udah tua lho ya, masa nggak kuat? Masa kalah sama anak-anak ingusan itu to….berusaha dong, tahan sedikit! Es buah, es krim, es puter, es dung-dung itu nanti kan juga bisa dinikmati pada saatnya…”

“Eh…ya biarin! Terserah dia dong kalo emang pingin yang segerrr. Ngapain sih lu ikut-ikutan?!!! Atau tidur aja…biar bangun pas buka. Enak to? Mantep to? Gimana…?”

“Jangaaaaan….! Emang nggak kerja apa…mending kerja atau diisi hal yang berguna gitu lho! Belajar hal-hal baru gitu…enak to? Mantep to? Sibukkan diri…jadi nggak keganggu sama kutu kupret tukang godain orang ini!”


Sementara di pikiran saya berkecamuk banyak hal…wah ruwet pokoknya. Banyak fragmen-fragmen yang mesti saya satukan di kepala ini. Sementara suara-suara ini…

“Eh..siapa yang kutu kupret? Lu kali…!!! Lagian…tidur kan juga ibadah. Kalo tidur terus kan berarti ibadah terus namanya.”

“Enak ajaaa…emang nggak ada ibadah lain yang bisa dilakukan selain tidur. Kalo ngomong jangan asal lu ya…!!!”

“Lha ya ada, tapi kan…….”

“STOP…STOP…STOP!!! Cukup..cukup…cukup!!! Lu berdua …OUT!!! Atau diem…CEP!!! Kok malah pada berantem sih, ini kan bulan suci. Kalian nggak ada kerjaan lain selain berantem? Gua ini bukan barang rebutan ya…bukan arena pertarungan juga. Jadi silakan diam dan biarkan gua menikmati sucinya bulan ini. Terima kasih.”, saya terpaksa angkat bicara.

gimana-puasanya

Ya Allah…ampunilah hambamu ini yang masih mudah tergoda. Ampunilah juga mereka berdua yang berkelahi terus dari tadi. Berilah hamba kekuatan menjalankan ibadah di bulan suci ini…dengan ketulusan hati, LILLAHI TA’ALA. Amin.

La haula wala kuwata illa billah

Bagaimana sodara sodari blogador, puasa kalian lancar?  Ya sudah…saya mau sholat ashar dulu.