SEPAKBOLA, PSSI, dan KEMBEN.

29 01 2009

Maaf ya buat para bloGador saya lama ndak posting dan nggak blogwalking mengunjungi blog kalian dikarenakan (sok) sibuk minggu-minggu kemarin ini. Mudah-mudahan saya bisa segera berkunjung ya…

Kemarin malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno diadakan pertandingan kualifikasi Piala Asia 2011. Lawan tanding malam ini adalah negara tetangga Australia. Sedari sore ribuan manusia sudah berkumpul di seputaran senayan untuk menonton pagelaran akbar ini. Orang-orang berdatangan dari seluruh penjuru Jakarta, mungkin dari kota lain juga. Calo-calo gentayangan menggenggam lembaran-lembaran tiket masuk. Penjaja merchandise aspal Timnas PSSI menggelar lapak di pinggiran jalan dalam kawasan Gelora Bung Karno yang mengarah ke Stadion utama. Pokoknya warna merah mendominasi kawasan senayan sore kemarin, mirip pesta kampanye salah satu parpol lah pokoknya.

foto adalah milik sdr. SATAN. dan diambil sendiri oleh beliau mempergunakan kamera hape yang fiturnya lebih diprioritaskan untuk musik.

foto adalah milik sdr. SATAN. dan diambil sendiri oleh beliau mempergunakan kamera hape yang fiturnya lebih diprioritaskan untuk musik. Dan ditambahi sedikit sama saya.

Berlima kami: SATAN, Momon, @Bulls, @nT@, dan saya sendiri menunggu satu teman lagi yaitu sodara [KO]²H yang kami titipi untuk beli tiket siangnya (resmi lho..sumpah pramuka kita nggak beli dari calo, berani ditabok hansip!!!). Dan nggak berapa lama, clegang-clegung muncul sosok yang ditunggu dan tiketpun dibagikan. Kamipun masuk setelah terlebih dulu badan kami dijamah polisi-polisi penjaga. Pertandingan dimulai jam setengah delapan priiit. Ini laporan singkatnya.

PRIIITTTTTT!!!….kick off dilakukan, oper ke belakang, tendangan langsung ke depaaaaaan…..aaahh bola berada di kaki Budi Sudarsono bekerjasama dengan Firman Utina sebuah tendangan langsung….daaaan AAAAHHH berhasil menggetarkan jala, namun sayangnya dari luar…belum gol sodara-sodara. Bola bergerak dari kaki ke kaki, Boaz Salossa membawa bola menyisir sisi kanan lapangan, lalu coba masuk menusuk dengan kombinasi umpan satu dua bersama Firman Utina AAAHH…maksudnya baik, namun berhasil dibaca dan kandas di kaki pemain belakang Australia. PRIIITTT PRIIITTT!!!

Istirahat. Jeda 15 menit.

PRIIITTTT!!!…kick off babak kedua. Bola bergerak dari kaki ke kaki. Pemain Australia mencoba menaikkan tempo permainan dengan operan-operan dan pergerakan yang cepat. Sebuah serangan cukup membahayakan pertahanan Indonesia, sebuah tendangan keras dilancarkan dan sempat terlepas dari tangan penjaga gawang Markus Horison, namun akhirnya bola berhasil dikuasai. Umpan ke depan. Bola berada di kaki Haryono dan diumpankan kepada Mushafri yang berada di kanan. Mushafri bersiap melakukan umpan silaaang….yaak sudah dilakukaaaan….tinggi datangnya, disambut tandukan oleh Budi Sudarsono dan……..AAAHHH BERBAHAYA, namun sayang sekali berhasil ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang lawan. PRIIITT PRIIIT PRIITTT!!!

Cepet banget ya…..namanya juga laporan singkat!

Akhirnya seperti kita tahu pertandingan berakhir tanpa gol……0-0.

“Halah…harusnya kita bisa menang tadi! Itu Ostrali nggak ada apa-apanya gitu!”, Momon teriak-teriak. “Gimana sih manajer timnas? Padahal secara permainan sih udah cukup oke, cuma ada beberapa keputusan yang kurang pas aja.”

“Yaah, itung-itung olahraga. Bikin deg-degan sport jantung gitu. Deg-degan mau ngegolin tapi nggak jadi, sama deg-degan takut kebobolan tapi nggak jadi juga.”, @nT@ nimpalin.

“Kayaknya masih lama nih bisa liat timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia….”, @Bulls nyeletuk.

“Wah, kayaknya sih emang masih lama. Selama manajemen masih berantakan ya nggak bakalan bisa.”, SATAN ikutan ngomong.

“Halah…sok tau lu brur manajemennya berantakan. Tau darimana?”, saya ikutan nimbrung.

“Lha iya coba…jadual liga nggak jelas, tawuran di lapangan kayanya sering masuk berita, wasit dipukul sama official tim liga…ini kan nggak lepas dari tanggung jawab PSSI juga. Mana yang namanya pemain asing juga nggak diseleksi bener-bener, kenapa nggak maksimalin pemain lokal aja.”, SATAN njawab.

Para penonton sudah mulai bubar setelah memberikan standing ovation buat para pemain timnas.

“Tul itu. Coba di pertandingan level intenasional kaya gini aja pengaturannya masih cecel bocel, calo-calo masih gentayangan, akses keluar masuk stadion masih berantakan, keamanan belum maksimal buktinya masih ada petasan ama kembang api yang lolos, kan bikin kita terancam nggak bisa jadi tuan rumah lagi.”, Momon kesel.

“Gua denger malah mau nyalonin diri jadi tuan rumah Piala Dunia 2018 atau 2022.”, saya nyeletuk.

“Halah…lha wong penyelenggaraan Piala Kemerdekaan aja chaos gitu lho….! meskipun juara tapi nggak mantep gitu…”, @nT@ nyamber.

“Wuaaahhhh….mana bisa kalo kaya gini. Musti ada perubahan segera. S-E-G-E-R-A!”, @Bulls jadi emosi. “kepengurusan butuh penyegaran. “

“Mungkin cuma butuh konsolidasi lagi di dalamnya. Tapi mungkin juga butuh regenerasi. Suntikan darah segar gitu.”, [KO]²H berkata.

“Maksudnya ganti kepengurusan gitu? Mungkin aja ya….lha wong masak ketua umumnya ada di penjara gimana ngurusnya coba. Tapi yaah….kita kan semua cuma orang awam. Nggak tau bener-bener apa yang terjadi dalam kepengurusan itu.”, Momon nyambung.

“Yaaa betul. Semua tergantung sama kebesaran hati Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu kita yang duduk di kepengurusan sana. Yaah asal demi kemajuan sepakbola nasional kan harusnya siap andaikata emang butuh regenerasi. Emang pandangan masyarakat pencinta sepakbola Indonesia gimana sih? Pada berharap adanya regenerasi di PSSI?”

“Nggak tau juga ya….mungkin. Trus kalo nggak ada regenerasi gimana?”

“Kalo gitu kok kepengurusannya kaya kemben ya…?”, saya nyeletuk nggak mikir.

“Lha….kok kemben?”, semua pada nanya.

“Lha iya…kemben itu kan banyak yang berharap cepet melorotnya, penasaran sekaligus bingung pengen tahu apa yang menyebabkan dia tetep nyangkut.”

HUSH….parah lu! Kok disamainnya kayak kemben melorot! Kena UU APP ntar!”

Tiba-tiba diantara penonton ada orang yang nyeletuk….”Hah, ada kemben melorot? Mana…mana?”

Dan seisi tribun penonton jadi ikut-ikutan teriak dan nyari-nyari. “Hah…kemben melorot? Mana…mana? HOYYY…KATANYA ADA KEMBEN MELOROOOTTT!!!

(buat kalian yang merasa namanya disebut disini, tapi nggak merasa terlibat pembicaraan ini. Pasti kalian amnesia kemarin malam.)