GREAT THANKS…TAPI MAAF YA…

28 11 2008

Sudah lama saya nggak memperbaharui isi blog ini…belum sempat ngisi lagi. Jadi ya cuma jawab komentar dan berselancar blog. Kemarin ada seseorang yang memberi komentar dalam salah satu tulisan saya. Sebuah komentar singkat…”great thanks…!”

Sebenarnya saya hampir menjawab”for what…?” maaf kalau saya nggak paham (agak bodoh mungkin…buktinya SD aja 6 tahun….). Sebenarnya juga itu sebuah komentar yang biasa, tapi yang saya agak keberatan adalah link nama dari komentator itu ternyata adalah situs dewasa yang sangat dewasa sekali……yang terkenal dengan tabung merahnya

Dengan sangat menyesal saya hapus komentar tersebut. Saya cuma nggak mau kalo ada pengunjung blog ini yang secara nggak sengaja “masuk” kesana gara-gara nge-klik …wah kebagian dosanya saya hehehe…apalagi kalo sodara-sodara saya atau ponakan-ponakan yang masih kecil-kecil yang baca-baca blog ini jadi nyasar kesana. wah….repot!

Saya terpaksa mempergunakan otoritas saya sebagai empunya blog ini!

Terima Kasih.





SEPERTI DEDDY MIZWAR…

22 11 2008

Wah saya barusan dapat award nih…dari Departa. Senang sekaligus bingung juga gimana mungkin blog maha nista dan ditulis oleh seorang maha durjana ini bisa dapat award. Terima kasih buat Departa…situ nggak lagi mabok kan?

ini award-nya

award-2

Pe er-nya seperti ini nih…kenapa nama blog ini adalah ini, dan kenapa blog ini memakai warna ini, ini, dan, ini….

Kenapa nama blog ini “gerrilya”?

Karena…ee…karena…berjudi itu haraaaaam! Nggak ding, jadi gini ceritanya: awalnya pingin saya kasih nama Bambang kalo cowok…tapi kayaknya udah banyak, dan sama dengan……tau lah! Dan kalo cewek mau dikasih nama Puspita Sari Anggraeni Kusuma Ayu Harum Mewangi Menebarkan Seri. Halah…Nggak ding (lagi), niat awalnya “gerilya” karena saya maunya ber-gerilya di dunia maya. tapi karena udah ada yang memakai (dan ternyata baru tau kalo blog itu juga sudah dibunuh), ya sudah tambahi saja “R” satu lagi jadi “geRrilya”. Jadinya ber-gerilya sambil gerrrr (suara ketawa) karena niatnya jadi blog lucu….dan ternyata GAGAL TOTAL…dan berakhir jadi blog durjana begini.

Catatan:

ada dua huruf R. Yang satu “R” (besar) , yang kedua “r” kecil…..geRrilya (begini sebenernya)

Kenapa warnanya  putih, hitam, abu-abu,  dan sedikit ijo?

Karena warna-warna tersebut merupakan perpaduan harmonis dari elemen-elemen yang natural hingga kemudian mampu menghasilkan sebuah citra, cita, dan rasa yang sempurna ke dalam sebuah masterpiece (bahasa Indonesia-nya apaan sih?)bernama bubur kacang ijo + ketan item….

Putih  = santan

Hitam = ketan item (kan dari namanya ketahuan…!)

Abu-abu = kuahnya yang buthek….

Ijo = ya kacangnya…eh kacang ijonya dong…

Alasan lainnya adalah biar kelihatan simpel dan minimalis dengan penggunaan warna-warna netral, dan sedikit ijo sebagai aksen dan lagi trend (lets go green…!!!)

Alasan lainnya adalah biar tidak terlalu dikenali kalau ada pertempuran di hutan????????????

Tapi alasan sebenARNYA ADALAH….GAK KEPIKIRAN, SUMPAH…DARI AWAL EMANG UDAH GITU AJA, PALING SAYA CUMA NAMBAHIN GAMBAR HEADER…..(SORI CAPS LOCK-NYA KEPENCET…..!!!)

5 kegokilan yang pernah dilakukan?

1. membuat blog ini.

2. mengisi dan terus meng-update (bahasa Indonesia-nya apaan sih?) blog ini.

3. Membuat blog lagi tapi jadinya terlunta-lunta

4. Membuat rencana dan konsep untuk blog baru…

5. Membuat pe er ini kayaknya……hahahaha….

Apa Isi dompet?….wah cuma duit  57 ribu perak, KTP kadaluwarsa (jadi udah agak bau dan berjamur hahaha…), 2 kartunama teman, kartu ATM (nggak disimpen di dompet), pasfoto (nempel di KTP), materai, dan sialnya…….bon pembelian obat ketek di Alfamart!!!

Buat Departa, berhubung sebulan lagi adalah Hari Ibu, maka saya menyebar pe er ini ke 5 wanita (Rieka Roeslan, Yuni Shara, Iga Mawarni, Nina Tamam, dan Andhien), tapi berhubung mereka sibuk diwakilkan oleh mereka di bawah ini. Jadi saya lempar pe er ini kepada 5 wanita ini, yang beruntung kena timpuk adalah…..

  1. Jeng Indira, yang ada di ostrali
  2. Jeng Fannie, yang baru ulang tahun
  3. Jeng Nancy, yang ternyata sekampung sama saya (udah pernah dapat satu award ini ya…?)
  4. Jeng Nana, yang calon arsitek
  5. Jeng Nunik, yang blog-nya sangat kritis

Ayo…boleh pilih mau mewakili siapa Mbak Rieka, Mbak Yuni, Mbak Iga, Jeng Nina, atau Jeng Andhien…..

Dan silaken jawab pertanyaan seperti pertanyaan dengan font ijo di atas…

Kalo sempet ya dikerjain….kalo nggak ya nggak apa-apa….

Lha terus apa hubungan postingan ini sama judulnya?

Hehehe….saya dapat award berasa kayak Bang Deddy Mizwar yang sering dapat Piala Citra…..itu aja (hehe..ketipu…ketipu…ketipu….).Oiya…apa kabar pesta blogger kemarin…? saya kan sibuk ngerjain peer ini….. 🙂





SI BUTA DARI GUA HANTU : PAHLAWAN KOMIK INDONESIA

17 11 2008

Pahlawan selain pahlawan yang kita temui sehari-hari ada juga pahlawan yang bisa kita temui di film, komik, atau novel. Pahlawan fiksi kali ya istilahnya. Salah satu pahlawan fiksi Indonesia yang sangat terkenal adalah Si Buta dari Gua Hantu yang pertama kali muncul dalam sebuah komik berjudul sama pada tahun 1967 dan kemudian muncul kembali dalam beberapa judul sampai akhir tahun 1980-an. Pada tahun 1969 film pertama yang dibuat berdasarkan cerita komik pertamnya diterbitkan dan mendapat sambutan luas. Aktor yang berperan sebagai Si Buta dari Gua Hantu adalah Om Ratno Timoer (halah…saya memang suka sok kenal gini manggil Om…). Oiya dulu di RCTI juga ada versi sinetronnya.

(Pasti banyak yang tahu dengan tokoh ini, ayo yang tahu ngacung…!!! ketahuan umurnya berapa kalo gitu hahaha…!!!)

Tokoh ini lahir dari ide dan goresan tangan Ganes TH, seorang seniman warga negara Indonesia keturunan Tionghoa yang lahir dan besar di Tangerang. Sudah banyak karya komik (dulu istilahnya Cergam kependekan dari Cerita bergambar) yang dibuatnya antara lain jagoan betawi Si Djampang, tetralogi : Tjisadane, Krakatau, Tuan Tanah Kedawung, serta Nilam dan Kesumah. Kebanyakan diantaranya juga sudah difilmkan. Tapi memang yang paling fenomenal adalah Si Buta dari Gua Hantu.

Seri cergam Si Buta dari Gua Hantu awalnya mengisahkan tentang seorang pendekar bernama Barda Mandrawata yang membutakan matanya sendiri demi menguasai jurus si Mata Malaikat untuk membalaskan dendam karena Mata Malaikat telah membunuh ayah dan saudara-saudara seperguruannya. Mata Malaikat digambarkan sebagai pendekar kejam yang tak tega membunuh korbannya yang kadang adalah rakyat jelata. Setelah menuntaskan dendamnya (ternyata Mata Malaikat itu nggak jago-jago banget!), tiba-tiba Barda diserang oleh seorang pendekar misterius bernama Sapu Jagat. Akibat serangan itu Barda Mandrawata terjatuh ke dalam jurang dan ternyata di dalamnya terdapat sebuah gua. Sewaktu sedang beristirahat, Barda dikejutkan oleh munculnya seekor ular raksasa yang menyerangnya. Setelah bertarung dengan sisa-sisa tenaganya ular tersebut akhirnya tewas di tangannya.

Yang lebih mengejutkan ternyata di dalam gua banyak pahatan di dinding yang menuliskan dan menggambarkan jurus-surus silat. Ternyata seorang pertapa sakti pernah tinggal di dalam sana dan meninggalkan pahatan ilmu silatnya untuk diwariskan. Barda pun lalu mempelajari dan melatih ilmu tersebut. Ia bertahan hidup dengan memakan daging ular yang dikeringkan, lalu kulitnya dijadikan pakaian (nah…ini yang kemudian jadi trade mark-nya, pendekar berbaju kulit ular).

Setelah mengausai ilmu tersebut, Barda Mandrawata pun berkelana untuk membasmi kebatilan dan kejahatan sebagai pendekar berjuluk Si Buta dari Gua Hantu.

Seri cergam si Buta dari Gua Hantu ini memperlihatkan wawasan nusantara dan nasionalisme Ganes TH yang begitu kental. Menceritakan perjalanan Barda Mandrawata ke berbagai pelosok nusantara dari Banten, Bali, Sulawesi, bahkan sampai ke Flores. Selain itu potret bangsa Indonesia yang tertindas oleh penjajahan Belanda (asing), sampai dengan orang-orang yang tega menindas bangsa sendiri demi kedudukan dan harta, sedikit banyak masih relevan dengan kondisi bangsa ini sekarang.

kalo ini saya yang buat (pasti orang bilang...pamer..pamer!!!)

kalo ini saya yang buat (pasti orang bilang...pamer..pamer!!!)

Saya sendiri sudah dari kecil tahu tentang cergam ini meskipun belum pernah baca. Masa kecil saya kebanyakan memang diisi komik eropa macam Tintin, Asterix, Lucky Luke, Steven Sterk, dll, paling kalo komik Indonesia ya Petruk-Garengnya Tatang S yang dijual di depan SD. Dan baru sekarang tahun 2000-an ini baca lagi beberapa judul yang diterbitkan ulang. Saya kagum dengan teknik permainan kontras gelap-terangnya Ganes TH. Bikin Si Buta dari Gua Hantu sebagai salah satu jagoan favorit saya.

Ada yang suka juga? Yahh…paling nggak buat orang-orang tua yang mau nostalgia masa kecilnya ketika cergam Indonesia dituduh merusak generasi muda…ini mungkin salah satu cergam yang citranya positif.

(kebanyakan informasi didapat dari cergamSi Buta dari Gua Hantu yang diterbitkan ulang oleh Pustaka Satria Sejati)

Daftar judul seri Si Buta dari Gua Hantu (siapa tahu ada yang mau nyari)*:

Si Buta dari Gua Hantu (1967)

Misteri di Borobudur (1967)

Banjir Darah di Pantai Sanur (1968)

Manusia Serigala dari Gunung Tambora (1969)

Prahara di Bukit Tandus (1969)

Badai Teluk Bone (1972)

Sorga yang Hilang (1974)

Prahara di Donggala (1975)

Perjalanan ke Neraka (1976)

Si Buta Kontra si Buta (1978)

Kabut Tinombala (1978)

Tragedi Larantuka (1979)

Pengantin Kelana (1981)

Misteri Air Mata Duyung (1984)

Neraka Perut Bumi (1986)

Bangkitnya Si Mata Malaikat (1987)

Pamungkas Asmara (1987)

Iblis Pulau Rakata (1988)

Manusia Kelelawar dari Karang hantu (1988)

Mawar Berbisa (1989)

*sumber: cergam Si Buta dari Gua Hantu, diterbitkan kembali oleh Pustaka Satria Sejati, 2005

Kayaknya ada lagi seri Si Buta dari Gua Hantu, yang diterbitkan serial di majalah Ria Film tahun 70-an judulnya Asmara Darah, info lengkapnya liat disini.





PAHLAWAN OH…PAHLAWAN…!!!

11 11 2008

pahlawan

Meskipun sudah lewat, tapi kayaknya momen ini harus saya rayakan juga. Gegap gempitanya sih kalah sama berita eksekusi Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron, tapi masa sih kita nggak sedikitpun ngeh sama hari pahlawan…

10 November pagi, tepat hari pahlawan kemarin waktu saya terbangun, saya sempat berpikir. Apakah saya sudah berguna bagi orang lain, mendedikasikan semua yang saya mampu lakukan untuk kepentingan banyak orang….dan jawabnya BELUM!

Langsung saya berencana memakai kostum ketat saya, topeng penutup wajah, dan jubah untuk berpatroli di jalanan memberantas kejahatan apapun yang saya lihat dan membantu orang yang membutuhkan…tapi akhirnya rencana itu saya batalkan daripada saya kena pasal UU Pornografi dan Pornoaksi karena pakai baju ketat di jalanan, kan malah berabe…..

Akhirnya saya berpikir (Cuma bisa berpikir saja…)dari sekian banyak jenis pahlawan misalnya: pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan reformasi, pahlawan super, pahlawan bertopeng, pahlawan tak dikenal de el el…saya mau jadi pahlawan seperti apa ya?….Bingung….

Tapi yang pasti ada jenis-jenis pahlawan yang tidak akan saya tiru atau dijadikan idola, yaitu

Pahlawan Kesiangan, yaitu pahlawan yang datengnya telat misalnya hari gini baru mau menggalang dana untuk korban bencana letusan gunung Krakatau…..yaelahhhh…udah telat 125 tahun bung! Dipastikan korbannya sudah meninggal semua, bukan karena luka-luka kena lumpur panas, lahar atau ketiban batu….tapi karena TUA!

Pahlawan Ingin Dikenal, yaitu pahlawan yang setelah atau bahkan sebelum melakukan kebajikan langsung bikin pengumuman atau konferensi pers atau iklan….lagi banyak nih sekarang yang kayak gini hehehe…….(sebagai bentuk keprihatinan saya akan kondisi di sini

Pahlawan Maksa, yaitu pahlawan yang datang di saat yang nggak tepat dan sebenarnya tidak dibutuhkan misalnya liat nenek-nenek berdiri celingukan di pinggir jalan yang ramai, langsung dengan kecepatan kilat kita seberangin ke seberang jalan (kalo di seberanin ya ke seberang lah….), tiba-tiba si nenek bilang dengan nada pasrah…..”dik, saya tadi lagi nunggu angkot kok malah diseberangin…..???” lhaaaaa……

Saya jadi sadar untuk jadi pahlawan mungkin kita nggak harus punya kekuatan kaya orang-orang di film seri HEROES, atau pakai kostum ketat dan jubah gentayangan di atas gedung, atau harus berperang nembakin musuh sebanyak-banyaknya. Mungkin cuma sekedar jadi tempat sampah kalau teman kita curhat, atau membuat orang tua kita bahagia, atau sekedar memberi tempat duduk ke ibu-ibu hamil di kendaraan umum, atau sekedar memberi 1000 perak untuk seorang pengemis, dan atau sekedar-atau sekedar lainnya.

…..sekedar…..mungkin hanya “sekedar” artinya buat kita, tapi mungkin besar buat orang lain.

Dan mungkin jangan berniat sama sekali jadi pahlawan…saya kira para pahlawan sejati itu nggak ada sama sekali yang berniat jadi pahlawan atau terbersit di pikiran mereka biar dikenang sebagai pahlawan, tidak ada yang mengharapka akan mendapat medali bintang tanda jasa dan piagam penghargaan. Label pahlawan itu bukan kita sendiri yang menciptakan dan menempelkannya di diri kita. Jadi saya pikir kita cuma harus berbuat baik sajalah kepada orang lain dalam hidup…..dan apakah kita akan dikenang sebagai pahlawan? Nggak usah terlalu dipusingin saya kira…..

“SELAMAT HARI PAHLAWAN!”