SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA…
Tadi pagi (menjelang siang tepatnya) dalam perjalanan ke studio saya ini, kebetulan saya melewati sebuah pemukiman. Di sana saya melihat beberapa anak kecil sedang bermain. Umur-umur mereka sekitar 8-10 tahun lah. Awal puasa biasanya memang anak-anak SD libur.
Pokoknya ada sekitar 6-7 anak yang berkumpul disana tapi ada 2 tokoh utama yang sedang memainkan perannya disana.
Anak 1:
“gua jadi Naruto(seorang ninja muda yang merupakan karakter utama dalam manga dan anime Jepang berjudul sama)”
Anak 2 (membawa pedang-pedangan plastik):
”gua jadi Ichigo Kurosaki (seorang pembasmi iblis yang merupakan karakter utama dalam manga dan anime Jepang “Bleach”)…ayo kita bertempur!”
Anak-anak lain (sebagai pasukan penyorak)
“HIAAAAAT….!!!”dua-duanya berteriak sambil maju ke arah lawan. Terjadilah adu jurus itu. Si “Naruto” karena bukan Naruto sesungguhnya kelihatan terdesak oleh lawannya yang berpedang. Sementara si “Ichigo” sudah menyabet-nyabetkan dan menusuk-nusukkan pedangnya ke badan, tangan, dan leher si Naruto” sambil bilang “Mati lo…Naruto!”, “Gua penggal pala lo…!”, “Hiatt..dezigg…jepp..jepp!”, sementara si “Naruto” yang nggak bawa senjata terpaksa sibuk menangkis sembari sesekali membalas memakai jurus pukulan dan tendangan yang sporadis ditambah nafsu menghantam dan kenekatan tingkat tinggi . “Buk..buk..buk…deziggg…dezigg!!!”.
Pertandingan gladiator karakter Jepang dengan fisik Kampung Bojongkenyot itu tambah meriah ditimpali pasukan sorak sorai yang sibuk memberi instruksi dan teriak, “Pukul mukanya….tendang dadanya…patahin lehernya!”(berlaku untuk pendukung si “Naruto”), serta “ tusukk..sabett…bunuh…!!!” (berlaku untuk pendukung si “Ichigo”).
Saya nggak tahu apakah akhirnya Naruto berhasil selamat dan mengalahkan Ichigo. Atau justru Ichigo yang berjaya menghabisi Naruto di ujung pedangnya. Saya sudah terlanjur lewat jauh untuk mengetahui akhir pertandingan.
Saya nggak habis pikir…apa memang dunia anak-anak sekarang udah penuh kekerasan begitu…? belajar darimana mereka…? Orangtua? TV? Film anak2 yang isinya berantem-berantem? Sinetron yang isinya tampar-tamparan? Berita di TV yang isinya pembunuhan, mutilasi, dll itu…HIIII….NGERI!
SELAMAT BERBUKA…














kadang imajinasi macam begitu yang mampu mengubah dunia yang makin carut marut ini mas, yang penting ada yang ngawasi macam sampeyan
, salam !
selaen soal kekerasan,,anak2 sekarang diajarin jadi banci biar bisa laku sebagai pelawak..
>warmorning
. Salam juga
mudah2an bung warmorning…kita awasi sama-sama
>ika
hahaha….bener juga tuh ka…:). salam
Naruto dan Ichig itu sejatinya dari negara asalnya memang untuk remaja, orang tulisan di komiknya aja 13+.
yang harus diingat oleh penyelenggara statiun tivi memang adalah tidak semua film kartun itu film anak-anak!
>chic
Setuju sama chic. Nggak semua kartun buat anak-anak. Tapi nggak semua penyelenggara stasiun TV yang tau itu, dan orangtua juga banyak yang nggak tau…oiya makasih udah mampir dan ngasih comment
Stasiun TV kita masih banci, banci kualitas tayangannya, banci cara bersaingnya untuk merebut hati penonton, dan banci2 juga yang nongol
Anak2 jadi korban deh! Byuh!
>Goenrock
Betul Goenrock…TV kita yang chaouuur itu kok bisa banyak penggemarnya ya….?
Ortu harus selektif milihin buku, karena komik bukan hanya untuk anak2. Kalo ga salah kan ada peruntukannya disampul, misalnya 13+ atau dewasa. Naruto sendiri ga ada kayanya omongan2 kubunuh kau, kupatahkan lehermu (kalau ga salah ingat ya…saya baca juga kok
). Komik anak2 yg bagus menurut saya itu KOBO CHAN
cerita sederhana dan sehari2 banget.
>1nd1r4
setuju…harus lebih banyak peran ortu untuk memilih dan mendampingi
i really miss rumah masa depan, si unyil (old version), bayu bersaudara (kring2 goes2), bondan prakoso (si lumba2), melissa (brother mr. meatball) dan kawan2nya…kapan ada lagi ya tontonan dan lagu2 yg emang cocok buat perkembangan umur anak2?..sama so, gw juga ngeriii..
>satan
yoi brur…sekarang sedikit banget yang mo bikin lagu-lagu anak2….jadi anak2 ya dengerinnya lagu dewasa juga film-film….apa mungkin kita yang harus bikin?
mMm … mungkin karena tidak ada yang mengawasi, jadi anak – anak bisa nonton film apa aja, bahkan film blue sekalipin. hal ini disebabkan karena orang tua yang selalu sibuk cari uang… hiks, kasian adek – adek kita,..
>ahmadisa
ya betul bos….apalagi kayak begituan gampang dapetnya di negara kita ini….
mungkin ini juga dari kurang pahamnya orang tua… kurang selektif memilih tuntunan (tontonan) buat anak sebab masih banyak juga yang beranggapan bahwa semua yang tampilannya kartun itu pure disediakan untuk anak-anak… padahal banyak juga bokep kartun/manga apalagi komiknya
Menurut q itu smua tergantung dari diri kita bagaimana cara kita untuk membina sikap dan kepribadian yang baik ,tugas dari orang tua menuntun anaknya ke arah kebenaran So jd orang yang benar2 baek it mmg sulit but believe yourself
hadoh.. sebagai pecinta manga dan anime.. sayah protes kalu anime atau manga itu yang disaLahin.
peran orangtua sebenarnya yang harus menyeLeksi hiburan anak anak nya..
karena orang indonesia taunya komik (manga)dan kartun (anime) ditipi tu buat hiburan anak anak..
padahal di negara aseLi (jepang) nya ga seperti itu kan?
ada juga penempatan rating usia..
hha. postingan Lama tapi masi sayah komen.. hhe
para orang tua waib nemenin anaknya nonton kartun,,,ada kartun yang ga layak ditonton anak-anak kayak sinchan,,,,
menurut q POPEYE si PELAUT tuh bagus buat tontonan anak-anak, banyak pesan-pesan yang mendidik,,,,
mkana nntnna harus ada org tua yg memenin,,
supaya g jdi kekerasan pada anak2..
(http://rior06.student.ipb.ac.id)