CREATIVE THEME DAY #2: CAPRES DEEEH…!!!

1 07 2009

stop obral janji

Betul-betul hebat. Dalam masa kampanye menjelang Pilpres ini acara debat antar calon sangat intensif sekali dilakukan. Media massa baik elektronik maupun cetak selalu diisi berita tentang kegiatan capres dan cawapres kita, termasuk tentang debat visi misi dan dinamika masa kampanye.

Tentang debat capres dan cawapres yang sering disiarkan akhir-akhir ini menurut saya berlangsung tenang dan adem ayem saja. Debat sesungguhnya justru berlangsung di level bawahnya yaitu antara tim sukses masing-masing calon.

Masing-masing tim sukses melakukan kampanye menyerang pihak lawan, dan membela diri. Persis sepak bola. Serang kemudian bertahan. Serang kemudian bertahan.

Dan ini yang sesungguhnya membuat saya capek dan gerah!!!

Perang statement berlangsung seru antara tim sukses masing-masing calon. Menyerang calon yang diusung lawan, dan mempertahankan diri. Betul, itu sebuah dinamika dalam kehidupan politik kita yang mengusung demokrasi. Tapi sayangnya kadang dilakukan dengan cara yang menabrak batas-batas etika, saling klaim kebenaran dengan mempermainkan realita yang akhirnya justru membuat rakyat bingung, tidak tahu mana yang benar mana yang salah. Menonton debat antar tim sukses capres cawapres semacam menonton perang tanding politisi kelas kambing, yang cuma main urat, saling tidak mau kalah. Justru ini yang membuat suasana politik menjelang pilpres jadi panas. Padahal mereka notabene adalah orang-orang terdidik dengan titel yang mungkin berderet-deret. Saya cuma nggak mau rakyat yang jadi ikut-ikutan panas ketika harus menonton drama seperti ini. Lha wong debat capres dan cawapresnya saja adem ayem kok!

Sejujurnya saya nggak bisa menangkap hal positif dari debat dan pernyataan para tim sukses tersebut, selain militansi yang dahsyat dalam membela calon yang diusungnya. Saya malah menghimbau kepada para capres dan cawapres untuk lebih memperhatikan tim suksesnya. Sebab citra tim sukses juga mempengaruhi citra anda para capres dan cawapres.

Saya kalau disuruh nonton debat antar tim sukses lagi, paling cuma bisa bilang….CAPRES DEEEH…!!! (dibaca dengan intonasi seperti ketika mengucapkan “cape deeeh…!”). Selamat berkampanye!

tulisan ini dibuat untuk:

CREATIVE THEME DAY #2

creative theme day

creative theme day





AKU CINTA J.A.K.A.R.T.A…DIRGAHAYU JAKARTA!

22 06 2009

poster jakarta hold

Jakarta udah 482 tahun ya…! Semoga jalanannya jadi lancar, nggak macet lagi. Semoga kemiskinan semakin berkurang lagi. Semoga nggak ada penggusuran paksa lagi diganti dengan diplomasi dan musyawarah yang lebih manusiawi. Semoga kekerasan dan kriminalitas semakin berkurang, bahkan lebih baik hilang sama sekali. Semoga lebih bersih dan berwibawa lagi. Semoga warganya semakin cinta dan peduli, terhadap Jakarta dan sesama penghuninya. Semoga pemerintah kotanya semakin tanggap dan aktif mengatur Jakarta. Semoga menjadi ibukota Indonesia dan kota dunia yang bisa dibanggakan bangsa. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain untuk berkembang. Semoga di ulang tahun ke 483, banyak masalah yang sudah bisa terselesaikan.

Dirgahayu Jakarta! Hidup Jakarta!

Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A!

sebuah video dari C’mon Lennon.





PENCEMARAN NAMA BAIK

12 06 2009

pencemaran

Wahai para blogador….pertama saya mau bilang maaf ya saya jarang jalan-jalan mengunjungi blog kalian yang blogus-blogus (bagus-bagus, menurut bahasa geRrilyawan). Dan saya juga sudah lama nggak posting sepertinya.

Pada mau tahu nggak kenapa?

Nggaaaaaaaaak….!!!

Lho kok enggak? Iya deh……..mau deh ya? Ya? Ya? Ya? Mau ya? Ayo dong….! Mau ya? Ya? Ya? Ya? Ayo lah…!!! Ya? Ya? Ya?

Iyaaaaaa….! iya…iya deh….!(nyerah…….maksa banget sih!)

Nah gitu dong…

Jadi begini saya jarang jalan-jalan blog dan belum bikin postingan baru ya soalnya…….sibuk!

Alah…cliché jawabannya!!! (ciiiiehhh….sok mrancissss!)

Yaah…ada alasan lain juga sih. Alasannya saya takut! Malu-maluin ya, udah gede kok penakut. Bukan takut apaan gitu setan atau apa. Takut nanti ada yang tersinggung karena tulisan-tulisan saya atau komentar-komentar saya. Saya takut nanti dituduh mencemarkan nama baik seseorang atau pihak lain, meskipun mungkin yang saya tulis jujur.

Sampai di sini sudah ada yang tersinggung? Kalau tidak, ya saya lanjut lagi…

Yah….maklum mengungkapkan perasaan atau memberi info tentang sesuatu hal belakangan ini agak berbahaya. Salah-salah malahan kena tuntut balik karena ada yang merasa tersinggung atau dirugikan. Seperti kasus emailnya mbak Prita Mulyasari VS R.S. Omni Internasional yang minggu kemarin lagi panas-panasnya (mungkin ada yang komentar kasusnya udah adem kok malah baru nulis soal itu……ya nggak apa-apa dong, biar nggak cepat dilupakan kayak beberapa kasus lain yang gampang hilang dari peredaran dan dilupakan orang. Lagian kan belum ada kejelasan juga dan masih terus berkembang). Mengeluarkan pendapat yang dilindungi hak asasi manusia kok malah bisa berbalik dituduh mencemarkan nama baik.

Kampanye dulu:

bebaskan-prita-mulyasari

Sampai sini sudah ada yang tersinggung tidak? Kalau tidak, ya saya mau lanjut lagi deh….

Saya kecewa sekali mendengar berita itu. Kecewa terhadap kebebasan mengungkapkan pendapat yang terbelenggu dan nggak jelas batasan-batasannya. Kecewa terhadap sistem hukum negara ini yang masih saja selalu menimbulkan tanda tanya besar. Kecewa terhadap etika-etika kedokteran. Kecewa terhadap perlindungan konsumen kita…dan lain-lain. . Kecewa terhadap kenyataan bahwa orang mengeluh, mengungkapkan perasaan,  kok bisa-bisanya malah dituntut balik mencemarkan nama baik.

Dan satu lagi…saya harus kecewa terhadap diri saya sendiri. Harus……? Ya…harus kecewa!

Kenapa? Karena mungkin seperti itu jugalah saya selama ini. Kalau ada seseorang yang membicarakan hal-hal buruk tentang saya, langsung saya cap mereka sebagai sok tahu, tukang cela, nggak tahu diri, si pahit lidah atau apalah…..apalagi kalau disebar ke orang lain wuahh…lengkap cap untuk mereka itu mulai dari pencemar nama baik, pengkhianat, pembunuh karakter, ahli fitnah,  dan seribu juta topan badai lainnya.

Tapi apa benar nama saya baik….? Atau mungkin kalau orang lain tahunya nama saya baik, itu hanya karena saya begitu pandainya menutupi lubang-lubang keburukan itu? Atau mungkin orang-orang yang tahu tidak mau membicarakan keburukan saya sehingga saya terlihat baik di mata orang lain? Belum ada yang membuka mata dunia terhadap keburukan saya.

Sampai sini ada yang tersinggung  nggak? Kalau nggak, saya lanjut lagi nih…..

Bagaimana kalau hal-hal buruk yang dibicarakan orang tentang saya itu benar? Mungkin saya memang tidak sebaik itu…tidak sebaik anggapan saya. Bahkan ketika keburukan itu sebesar debu pun…….bukan berarti keburukan itu tidak ada. Betul tidaaaak…?

Kecuali bila hal-hal buruk itu sama sekali tidak benar. Saya punya kuasa mutlak untuk men-cap itu sebagai fitnah, pembunuhan karakter, kampanye negatif terhadap diri saya. Selama ini kan tidak…segala hal-hal buruk tentang saya baik benar ataupun tidak yang diucapkan orang lain langsung saya mentahkan. Saya langsung bilang ke orang lain bahwa itu tidak benar, menutup mata sama sekali terhadap kenyataan sebenarnya. Tanpa melihat ke dalam diri saya sendiri, mungkin ada hal buruk yang saya lakukan tanpa saya sadari. Atau yang lebih parah malah tahu bahwa saya melakukan hal buruk tapi tidak mau mengakuinya.

Padahal kalau ada yang memuji, dan bilang kalau saya ini orangnya baik hati, tidak sombong, jagoan lagipula pintar (kok kaya si boy), ganteng, dermawan, rajin, pandai, pokoknya memenuhi semua Dasa Dharma Pramuka pasti saya terima mentah-mentah entah benar atau tidak (mungkin banyak tidaknya ya….hahahaha!). Nggak adil ya…..

Baiknya mau terima, buruknya nggak mau. Yah berarti mungkin saja nama saya nggak segitu baiknya. Jadi orang yang bilang saya baik itu justru mencemarkan “nama buruk” saya. Karena mungkin sejatinya nama saya memang buruk. Walah!

Sampai sini apa ada yang tersinggung? Iya? Wah…ya sudah deh saya tutup postingan ini! Tapi kalau tidak pun……ya sudah, saya tetap nggak lanjut lagi. Stop dulu sampai di sini. Saya mau cari…….CERMIN!






CREATIVE THEME DAY #1 : PANGGIL GUE TIJE!

1 06 2009

1 juni fin

Beberapa tahun ini ada kosakata baru dalam kamus transportasi Jakarta. Busway yang kerap dilafalkan dengan baswe, baswei, atau ya busway menghiasi kalimat warga Jakarta.

Eh, naik baswey yuuuk….!

Bu, kita nanti naik buswae ya….(dengan logat jawa )

Pulangnya naik busway aja yuuk…!

Semuanya mengacu kepada sebuah moda transportasi berupa shuttle bus yang aslinya bernama Transjakarta alias TIJE yang hubungannya dengan para pengguna serupa lagu tahun 80-an, benci tapi rindu, nyebelin tapi ngangenin, dijadikan andalan tapi kadang nggak terurus. Tapi saya berniat menyukseskan program ini.

Karena bus-nya disebut Transjakarta, maka yang disebut busway itu sebenarnya jalurnya. Selama ini kita salah kaprah menyebut Transjakarta sebagai busway. Sebab Bus ya bus/kendaraannya, way ya jalan/jalurnya. Jadi mulai sekarang  panggil gue TIJE…!

AYO NAIK TRANSJAKARTA….!!!

Postingan ini dibuat untuk menyemarakkan

CREATIVE THEME DAY #1

creative theme day

creative theme day

menyongsong

HUT ke-482 KOTA JAKARTA 22 Juni 1527 – 22 Juni 2009

memperingati

Hari Lahirnya PANCASILA 1 Juni 1945 – 1 Juni 2009

dan……..

Setahun usia blog gerrilya[dot]wordpress[dot]com…1 Juni 2008 – 1 Juni 2009

(banyak banget peringatannya……..!!!)





NEAR DEATH EXPERIENCE

22 05 2009

Apakah kalian pernah mengalami yang namanya Near Death Experience? Belum…? Syukurlah kalau begitu. Saya beberapa hari yang lalu mengalami yang kaya gitu. Memang belum sampai tahap yang menurut kata orang-orang yang pernah mengalami adalah “melihat pemandangan indah” atau “melihat cahaya terang” (dan yang kata orang juga….stay way from the light!  Kalo nggak, bisa “liwat” ente…!). Tapi meskipun begitu ya cukup teganglah…

Memang saya nggak sampai koma atau hilang kesadaran (meskipun saya ini sering nggak sadar diri), saya cuma mengalami peristiwa yang hampir bikin nyawa saya melayang. Orang jawa bilang nyowo saringan nih. Begini ceritanya….mau dengar nggak? Lho kok enggak……? HARUS!!! karena saya orangnya pemaksa……

Jadi begini, Jumat malam lalu saya ke Depok untuk urusan aktivitas rutin bersama teman-teman. Dan biasanya pula sehabis rutinitas itu selesai  ada ritual lagi berupa sekedar ngeteh dan ngopi di warung kopi pastinya, bukan di toko bangunan. Dan karena ternyata malam itu peminatnya sedikit, jadi tinggal saya dan satu teman lagi Mr. Satan yang menjalankan ritual nyruput kopi atau teh…

Di warung itu setelah pesan minuman (saya juga pesan makanan lho….nggak penting ya) kami ngobrol masalah yang lagi hangat soal capres-capresan dan segala tetek bengeknya (maaf ya…tetek pada tetek bengek bukan berkonotasi porno. Kalau belum paham, maksudnya tetek di situ bukan berarti payudara…HALAH, kok malah saya perjelas? Tapi lagian kalo maksudnya  payudara dan saya bilang payudara juga masa mau dibilang porno?……payudara, payudara, payudara!!! Tuh kan nggak apa-apa…kecuali kalau saya bukannya bilang tapi malah saya gambar).

Sori…ini kok merembet kemana-mana ya…

Singkat kata singkat cerita, pas lagi ngobrol panjang lebar Mr.Satan pergi sebentar ke mobilnya (mungkin memastikan bahwa mobilnya masih Isuzu Panther dan belum berubah jadi Nissan Skyline), sementara saya masih asik nggayemi makanan….saya terjemahkan dulu, nggayemi itu maksudnya…apa ya? Yah pokoknya menikmatilah. Saat makan itulah tiba-tiba sekonyong-konyong koder terdengar suara BRAKKKK!!! yang kencengnya setengah mati. Baru setengah aja udah ngagetin apalagi satu atau dua.

Wah…saya berpikir jangan-jangan mobil Mr.Satan kesenggol mobil lewat. Karena parkirnya memang di pinggir jalan, cuma ya mepet badan jalan. Sambil berpikir saya pun melongok mencoba memastikan kondisinya (masih dalam posisi duduk, dan tangan hendak menyuapkan sendok ke mulut…sembari kepala menengok). Nah…saat itulah saya lihat ada angkot omprengan meluncur ke arah warung…YA, WARUNG INI…TEMPAT KAMI NGOPI INI! KE ARAH SAYA YANG LAGI DUDUK DI UJUNG PALING PINGGIR  MEJA…

Dan kejadian seperti yang terjadi di sinetron mungkin benar adanya. Saya yang refleksnya memang kurang bagus, cuma bisa duduk bengong mematung, posisi tangan masih hendak menyuapkan makanan ke mulut. Nggak ada acara teriak panik juga, wong saya orangnya kurang ekspresif. Yahh…cuma bengong menonton saja angkot omprengan yang dengan begitu percaya dirinya meluncur ke arah saya, menabrak dan merobohkan tiang penyangga warung, membuat kain penutupnya dan terpalnya jatuh, mengakibatkan tercabutnya kabel listrik penerangan warung, untuk kemudian angkot omprengan nyasar itu berhenti kira-kira sejengkal dari saya.

……………

……………

Tenang…tenang…Alhamdulillah wa syukurilah saya nggak apa-apa. Malah ketika semuanya sudah berakhir saya masih bergeming, tetap dalam posisi duduk mau nyuap makanan.

Lho…siapa yang nanyain? Yang baca juga pada nggak peduli….mereka malah mau tahu itu warungnya gimana keadaannya?

Wah….semprul! Tiang warungnya memang ambruk, lampu mati, tapi meja dan dagangannya nggak kenapa-kenapa. Sopir dan penumpang angkot omprengan yang duduk di depan meskipun terlihat shock juga nggak apa-apa. Untungnya angkot omprengan itu nggak meluncur kencang sekali, dan sopir masih bisa menguasai kendaraan. Jadi kerusakan yang ditimbulkan nggak parah, dan nggak jadi masuk koran besok pagi. Wah nggak kebayang rasanya membayangkan bisa jadi nama saya masuk koran untuk kedua kalinya (yang pertama adalah waktu pengumuman UMPTN). Jadi sepertinya angkot omprengan itu memang mau menurunkan penumpang sehingga pas melambat. Nah, waktu itulah dari arah belakangnya sebuah bis hendak menyalip, tapi sayang seribu sayang manuvernya nggak sempurna dan nyundul bagian belakang angkot omprengan.

ilustrasi terinspirasi warta kota dan lampu merah

ilustrasi terinspirasi warta kota dan lampu merah

Setelah membereskan reruntuhan di dekat saya, saya berdiri. Hoalaaah…..lemes bener kaki ini ternyata. Masih agak gemetar. Seorang ibu duduk di dekat warung dikerubungi beberapa orang, ternyata kakinya agak sedikit keseleo. Sepertinya ibu itu adalah penumpang yang hendak turun. Setelah dipijit-pijit sedikit, sepertinya ibu itu sudah lebih baik kondisinya. Saya nggak tahu masalah ini selesainya gimana tiba-tiba saja orang-orang itu kok pada langsung pergi lagi. Waduh…ya sudahlah, sepertinya sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Mobil Mr. Satan yang saya kira kena sruduk juga ternyata nggak apa-apa.

Saya dan Mr.Satan masuk lagi ke warung. Dua orang mas-mas penjaga warung sedang membereskan sisa serangan tadi. Nggak berapa lama warung sudah kembali seperti semula. Saya lanjut makan lagi. Si mas cerita, dulu juga pernah ada motor yang pengendaranya ngantuk dan nabrak warung ini. Kejadian seperti itu cukup sering malah katanya.

Walah….warung apa ini? Jangan-jangan warung terkutuk? kok bisa-bisanya sering kena tubruk. Atau mas-masnya ini yang terkutuk? Atau sopir omprengan dan bis tadi yang terkutuk? Mungkin malah sebagian atau seluruh penumpang omprengan juga terkutuk? Harus tobat semua itu….!!! Ahhh…tapi mungkin bukan. Kita memang terlalu mudah untuk menilai dan mencari kesalahan orang lain. Dan juga terlalu mudah untuk menilai bagaimana orang lain seharusnya bertindak. Tapi sulit ketika itu harus berlaku untuk diri kita sendiri.

Aaah…mungkin justru sayalah yang terkutuk, dan sedang diingatkan sama Tuhan. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan…

Keterangan:

Angkot omprengan: angkot nggak resmi berupa mobil pick up yang bagian belakangnya ditutup terpal, dikasih tempat duduk, dan pastinya digunakan untuk mengangkut orang.





BOLONG…

12 05 2009

es bolong

Suatu hari saya sama teman nongkrong di sebuah tempat makan dan minum yang biar sedikit gaya kemudian disebut dengan kafe. Nongkrong sembari ngomongin kerjaan. Setelah pesan makan dan minum kamipun duduk.

Nggak berapa lama pesanan pun datang. Haus setengah mati memaksa saya menyedot langsung minuman yang diantarkan. Lha kok…bukan haus yang hilang tapi napas saya habis. Gimana nggak coba…lha wong nyedot sampai pipi kempot kok cairan minum itu nggak sampai-sampai di mulut saya. Awalnya saya mengira itu adalah kerjaan penunggu tempat itu, yang nggak suka sama saya. Tapi ternyata setelah diselidiki, Alah makjan…!!! sedotannya sobek, meninggalkan lubang di sampingnya.

Saya langsung mendatangi waitress-nya…

“Mbak…”

“Iya mas, bisa dibantu?”

“Ini…sedotan saya bolong. Bisa minta gantinya nggak?”

“Ooo..bisa mas. Sebentar ya…” Si mbak berbalik dan menyerahkan sebilah (sebilah? Emang pedang?) sedotan yang masih dibungkus kertas. “Ini mas…”

Saya langsung bilang lagi, “Wah…sedotan yang ini juga bolong, mbak…”

“Hahh…masa sih mas? Dibuka aja belum!”, sambil mukanya kebingungan.

“Lha iya lah mbak…namanya juga sedotan, ya pasti bolong. Nih, coba liat ujung-ujungnya bolong kan? Kecuali namanya balok kayu, baru buntet.”

“Alah…si mas!”

Berhasil hehehe…! Ini upaya balas dendam yang sukses. Kenapa balas dendam? Soalnya saya dulu pernah gondok sama tukang jahit. Begini ceritanya:

Saya masuk ke tempat tukang jahit, mau ngejahitin celana yang bolong di daerah selangkangan (kata “selangkangan”  ini sopan nggak sih ditulis di sini? Bodo ahh…tulis aja!).

“Mau ngejahitin mas?”, tukang jahit itu bertanya.

“Iya, masa mau ngejahatin…kan nggak baik namanya, nanti saya ditangkap polisi kalo ngejahatin”

“Hehe…mau ngejahitin apa, mas? Saya nggak terima ngejahit luka tembak atau bacok ya…”

“Ini…celana saya bolong.”

“Lah…kalo bolongnya dijahit gimana makenya mas?”

“Hahh…maksudnya???” saya bingung.

“Lha iya…celana kalo nggak bolong gimana makenya?”

Semprul!

Mengenai bolong, bolong yang tidak semestinya memang bikin repot. Kalau bolong yang sudah hakikatnya lain lagi seperti halnya sedotan yang ujung-ujungnya harus bolong. Celana yang ujung-ujungnya juga harus bolong untuk meloloskan kaki kita. Coba bayangkan ya… kalo pas bangun tidur besok tiba-tiba hidung kita nggak ada lubangnya. Nggak bolong. Walah….gimana mau ngambil napas? Jadi mulut megap-megap….

Atau kalau misalnya saluran pengeluaran kotoran kita itu nggak berujung pada sebuah lubang atau bolongan yang kita kenal sebagai anus (kata “anus” ini sopan nggak sih ditulis di sini? Bodo ahh…tulis aja!), mau keluar lewat mana coba kotoran kita? Masa keluar lewat pori-pori? Jangan coba membayangkan gimana kalo eek….eh kotoran kita keluar lewat pori-pori.

Yang gawat, menyebalkan, dan mungkin bisa berbahaya adalah memang bolong yang nggak semestinya. Yang seharusnya nggak bolong….tapi bolong:

Gigi bolong….wuihhh nyut-nyutan sampe kepala!

Pertahanan bolong….wah hati-hati dijebol lawan!

Genteng bolong….siap-siap ruangan jadi kolam kalo pas hujan!

Kas perusahaan bolong….mungkin ada tikus kantor…tikus yang berdasi tapi!

Lapisan Ozon bolong…bumi makin panassss!!!

Apalagi kalau….PUNGGUNG YANG BOLONG. Hiiiiiiiiiii…!!!






KENAPA SIH MAU DIFOTO BUGIL?

30 04 2009

foto kuda nil (hippo) diambil di www.sodahead.com

foto kuda nil (hippo) diambil di www.sodahead.com

Kemarin saya mainan sama mbah Google. Ada hal lucu yang bikin saya tertawa sekaligus heran. Waktu saya ketik kata kunci “foto” dengan basis penelusuran web, yang muncul paling atas adalah tag “Foto Bugil” dari sebuah situs dewasa. Wow, ternyata yang namanya foto bugil itu lakunya bukan main ya…berhasil  sekali situs itu masuk urutan pertama dari 1,1 milyar hasil telusur dengan foto bugilnya. DAHSYATTT!!!

Yang membuat saya tertawa sekaligus heran adalah dari sekian banyak tema foto…berarti foto bugil itulah yang ternyata paling banyak dicari orang (kayanya cuma di Indonesia saja sih…).

Tiba-tiba muncul pertanyaan di kepala saya yang kosong ini…

kenapa sih seseorang mau difoto bugil ?(yang pasti bukan foto bugil hasil candid atau colongan ya…saya juga nggak ngomongin laki-laki yang difoto bugil ya, males! hehehe)

Di bagian akhir tulisan ini ada foto bugil yang saya colong untuk tulisan ini, sengaja nggak saya kasih link-nya, dan terpaksa saya sensor semampu saya demi menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang “tidak diinginkan”…atau justru “diinginkan” oleh beberapa pihak. Menampilkan sesosok gadis muda, cantik, dan seksi tentunya yang mempertontonkan keindahan tubuhnya untuk jadi konsumsi umum, apalagi untuk kaum lelaki yang masih masuk golongan pithecanthropus erecsitrus (manusia berotak purba yang ereksi terus). Saya juga dulu waktu masih muda dan bandel (kayak udah tua aja…) pernah termasuk golongan itu juga, senang lihat yang seperti itu. Sekarang sih bukannya nggak senang (bohong saya kalau bilang nggak senang…cuma ya nggak nyari-nyari deh kayak gituan kecuali nggak sengaja ya hehehe…). Malah cuma bikin uring-uringan dan pusing kepala aja…lha belom nikah jee. Lagian lihat foto begitu bosan juga kan…lha wong secara umum bentuknya ya nggak jauh-jauh beda amat yang satu dengan yang lain, dari dulu sampai sekarang.

Kembali ke pertanyaan di atas, apa sih yang ada dalam pikiran gadis-gadis muda itu? Bahkan ada pula yang benar-benar masih bau kencur, usia 15-17 tahun yang rela berfoto bugil. Apa karena uang, mencari popularitas, alasan seni, atau memang ya…ternyata menyenangkan saja untuk mereka?

Kalau untuk alasan uang dan popularitas masa sih gadis-gadis muda seperti mereka nggak bisa mencari cara yang lebih “normal” sih, jadi model foto yang masih memakai baju kan juga bisa. Alasan untuk seni? Nah…masalahnya banyak dari foto-foto tersebut yang secara artistik ya nggak ada artistik-artistiknya sama sekali, mulai dari modelnya (yang agak…maaf, kurang oke), tata cahayanya standar atau malah minus, wardrobe (eh, yang ini sih nggak perlu), set-nya asal-asalan, dan sudut pemotretannya yah kurang oke…tukang foto keliling kaya saya juga bisa motret kaya gitu. Kalau alasannya ternyata mereka senang melakukannya tanpa ada pertimbangan ini-itu…yah panggilan jiwa mungkin, saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi deh. Nyerah

(Jadi ingat sama kampanye inspiratif “JANGAN BUGIL DEPAN KAMERA” tahun 2007 kemarin. Nggak tahu efeknya sekarang gimana. Mudah-mudahan bugilnya nggak jadi pindah di belakang kamera…)

Dan sekarang saya malah sedih dan ngeri kalau memikirkan mereka tentu punya keluarga. Punya Ibu, ayah, kakak, atau adik. Apa jadinya perasaan orang tua ketika mengetahui anak gadisnya berfoto bugil…langsung jantungan bisa-bisa. Aduh jeng…jeng…kasihan orang tua kalian…

Pernah terbersit keinginan untuk bertanya langsung ke model-model foto bugil ini. Mengadakan wawancara singkat cuma sekedar mau tahu kenapa sih mereka sampai mau difoto bugil. Alasan apa yang membuat mereka rela beresiko masuk angin seperti itu…

Yang baca nanya: Wawancaranya pakai bugil segala nggak?


mmmm…….gimana ya….? mikir….mikir….mikir…

foto-bugil-sensor1

(foto di atas ini adalah foto bugil yang saya comot secara semena-mena untuk kepentingan tulisan ini. Sengaja nggak saya pasang link-nya, soalnya nanti takutnya pada berduyun-duyun kesana. Dan saya sensor seperti sudah saya bilang tadi…kalau jadinya gelap begini ya memang begitu adanya. Kan saya bilang saya sensor “semampu” saya, kalu disensor per bagian repot sekali, ya saya sensor saja semuanya. Sori ya buat yang tadi langsung scroll down……ente ketipu! hayo ngaku…lagian ngebet banget sih…hehehe)





IBSN: MERAYAKAN HIDUP

22 04 2009

Senin tanggal 20 April kemarin adalah hari dilahirkannya saya di dunia ini. Setelah menyetujui draft kontrak dalam kehidupan dan teken kontrak dengan Sang Pencipta, sayapun dibrojolkan 30 tahun yang lalu.

Biasanya sebuah perayaan akan dilakukan untuk memperingati atau sebagai penanda sebuah kejadian, termasuk kelahiran atau kita biasa sebut sebagai ulang tahun. Hari lahir kota Jakarta, hari kemerdekaan, hari ulang tahun pernikahan adalah beberapa contoh lainnya. Dan biasanya pula sebuah perayaan akan ditandai dengan acara pesta, baik yang skalanya besar-besaran sampai yang kecil-kecilan.

“Ayolah, setahun sekali ini…!” begitu kira-kira ungkapan yang sering keluar, sehingga paling tidak tiap orang merayakan sesuatu setahun sekali…yaitu ulang tahunnya. Sesuatu yang harus “ditandai” dan diberi makna (belum termasuk perayaan hari-hari besar nasional atau agama).

Saya sendiri bukan orang yang biasa merayakan sesuatu, apapun itu, apalagi dengan skala yang besar-besaran. Kalau skala kecil-kecilan yah…masih pernah kadang-kadang, itu juga kecil sekali. Dan yang masih sering muncul adalah pertanyaan, apa sih yang sebenarnya saya rayakan. Apakah saya merayakan lahirnya saya ke dunia? Apakah saya merayakan keberhasilan mencapai sebuah fase waktu tertentu dalam hidup saya? Apakah saya merayakan pencapaian saya selama hidup? Atau….atau…..merayakan hidup itu sendiri?

Yang pasti dalam ulang tahun saya tidak ada lilin yang ditiup, tidak ada acara potong kue, tidak perlu ada kata-kata sambutan. Yang saya sangat bersuka cita dan berterima kasih adalah ucapan-ucapan selamat yang ditujukan ke saya, mulai dari yang serius sampai ke yang konyol. Itu menjadi doa buat saya. Sebuah perayaan kecil dalam hati saja.

Hingga sehari setelah ulang tahun saya, ada sebuah sms masuk ke hp saya:

Sebuah sms yang di-forward oleh Bunda Lina tentang telah berpulangnya seorang blogger sahabat, adik, kakak, atau bahkan anak kita semua Sassie Kirana pada hari Senin 20 April dinihari, setelah bergelut sekian lama dengan penyakit yang dideritanya.

Saya pribadi tidak terlalu mengenal Sassie kecuali dari blog dan tulisan-tulisan di dalamnya, tapi kabar ini sempat membuat saya tercenung beberapa saat. Sementara di satu sisi saya sedang merayakan hidup, ternyata di sisi lain justru ada seseorang yang catatan perjalanan hidupnya sudah harus berakhir. Dia yang masih begitu muda. Seharusnya masih panjang perjalanan yang harus ditempuhnya. Masih banyak hal-hal yang harus dicapai dalam hidupnya.

Saya buka lagi blog http://sachzqirana.wordpress.com. Memberikan ucapan belasungkawa di tulisan terakhirnya. Saya membaca lagi beberapa tulisan Sassie yang terdahulu. Penuh ungkapan perasaan jiwa. Kebanyakan menampilkan keceriaan khas anak muda yang sarat energi. Meskipun sebagian ada pula yang menampilkan kondisi jiwa saat dia berada di titik terendah hidupnya, namun semua dihadirkan sekaligus bersama semangat untuk bangkit dan kebesaran hati untuk menerima dan menjalani hidup.

Saya salah. Usia tidak bisa dijadikan ukuran pencapaian hidup seseorang. Tidak bisa juga dijadikan patokan tingkat kedewasaan seseorang. Di usia yang masih begitu muda, pencapaian hidup dan tingkat kedewasaan Sassie mungkin lebih tinggi dari saya yang lebih tua.

Saya baru sadar, Sassie memberikan pelajaran berharga untuk saya, bahkan mungkin kita semua tentang bagaimana sesungguhnya merayakan hidup. Hidup tidaklah harus dirayakan dengan hingar bingar sehingga kadang kehilangan makna dan ke-puitis-annya. Hidup dirayakan dengan laku sunyi, ritual khusuk yaitu menjalani hidup itu sendiri dengan segenap daya, ketabahan hati, dan semangat.

Hidup juga tidak dirayakan setahun sekali, enam bulan sekali, atau sebulan sekali. Kita harus merayakan hidup setiap hari, setiap saat. Sejak kita mulai terjaga dan membuka mata dari tidur lelap kita. Dimulai dengan bersyukur bahwa kita masih bisa menikmati hidup, kemudian menjalaninya dengan kekuatan terbesar yang kita miliki. Dan yang pasti memberinya makna untuk kita sendiri atau mungkin orang lain. Sampai saatnya kita harus menyerah kepada takdir. Ah…menyerah mungkin bukan kata yang tepat. Menyerah berarti menghadapi takdir dengan kepala tertunduk, rasa kalah, dan penyesalan yang dalam. Mungkin lebih tepat “berdamai” dengan takdir. Jadi kita menghadapinya dengan kepala tegak, hati yang menerima dengan tulus, serta jabat tangan dan pelukan hangat.

lilin

Itulah yang saya lihat dari tulisan-tulisan Sassie. Setiap saat adalah perayaan akan hidup. Dengan menyalakan sebatang lilin dalam dirinya. Lilin itu tidak akan pernah ditiup atau habis, namun justru semakin terang nyalanya memancarkan daya hidup yang kuat. Memberikan cahaya bagi orang-orang di sekitarnya, sampai masing-masing mampu menyalakan lilinnya sendiri. Menerangi masing-masing diri dan mungkin orang lain.

Dan cahaya itu tidak akan pernah padam…agar kita bisa belajar dan mengambil terangnya. Saya juga akan belajar dari itu.

Jadi teringat kata Maximus dalam film Gladiator: “What we do in life echoes in eternity…

Selamat Jalan sahabat…(maaf baru sebentar saya mengenalmu…)





PEMILU bukan PemILU!

9 04 2009

pemilu-small

Hari ini PEMILU legislatif. Mudah-mudahan PEMILU legislatif kali ini sukses. Bukan jadi PemILU, yang kata orang cuma kata dasar PILU diberi sisipan “em”. Bukan PemILU yang hanya menghasilkan PILU bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

Saya nggak menyontreng/menyentang hari ini, karena ternyata nggak terdaftar di DPT. Kalaupun terdaftar saya juga nggak tahu mau milih siap. Habis caleg-calegnya sebagian saya kenal sebagai artis, sebagian politikus muka lama, sisanya sebagian besar nggak kenal sama sekali meskipun beberapa minggu belakangan mungkin mukanya sering saya lihat di jalan (entah nempel di tembok, pohon, berkibar-kibar di tiang, terbentang di antara tiang listrik, atau terpampang di billboard). Partai-partai saya cuma tahu kulitnya saja, tanpa info yang mendalam tentang visi, misi, dan program kerja. Habis saya cuma nonton dangdutan waktu kampanye.

Tapi untuk saudara-saudara yang punya kesempatan memilih dan ingin menggunakan hak pilihnya silakan contreng/centang wakil yang terbaik, ikuti kata hati (nggak ada hubungannya sama partai yang pakai “hati” itu ya…), jangan terpengaruh dengan uang dan imbalan apapun. Tujuannya hanya satu hari depan yang lebih baik bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

Jadi …Selamat menyontreng/menyentang!



(kita tunggu hasilnya bersama….apapun hasilnya kita terima dengan kedewasaan dan pikiran jernih ,jangan saling gontok-gontokan. Yang menang harus rendah hati, yang kalah harus nrimo secara legowo. Sebab pemenang sesungguhnya harusnya adalah rakyat Indonesia.)





TIPS NGGAK PENTING: CARA MENDEKATI WANITA

2 04 2009

Tulisan khusus untuk para pria di luar sana…

Bagaimana cara kalian mendekati atau berkenalan dengan wanita? Kalau selama ini kalian merasa gagal mendekati atau berkenalan dengan wanita, mungkin selama ini cara di bawah ini yang kalian gunakan…

halo-cewek-cara-salah

Lihat hasilnya GAGAL TOTAL!!!…..SALAH BESAR!!!

Saya juga pernah melakukan hal ini dan itu adalah kesalahan yang sangat patut untuk disesali. Apa kalian pikir wanita akan luluh hatinya kalau kita kaum pria melakukan pendekatan seperti itu? Kalian anggap apa mereka? Coba lihat contoh di atas, kita akan dianggap tidak tahu adat, kampungan, dan nggak makan sekolahan. Coba kita sama-sama berpikir, apa yang sebenarnya para wanita inginkan dari seorang pria, dan kesan pertama yang seperti apa yang mereka inginkan dari seorang pria yang mencoba mendekatinya?

Jawabannya bisa kita lihat pada ilustrasi di bawah ini…

halo-cewek-cara-benar

Ini baru cara yang benar….ngaca, mukenye dong mas diganti!

(kabuuuur…sebelum ditimpuk sendal sama cewek-cewek……dan cowok-cowok nggak ganteng, termasuk saya dong…)

HAHAHA….becanda ya…guyon…just kidding! soalnya nggak bakat bikin postingan cerdas. Pernah lihat guyonan kaya gini di salah satu episode acara Saturdat Night Live di tipi kabel jadi terinspirasi….

Untuk para wanita….PISS, saya yakin kalian nggak kaya gitu kok :)

dan untuk para pria nggak ganteng….memang sudah nasib kita nggak ganteng hahaha…

(foto abang saya brad pitt diambil disini, dan saya manfaatkan dengan semena-mena….)